Nasional
Konvensi Nasional Media Massa, CT: Dua Fungsi Media yaitu Fungsi Bisnis dan Idealisme.
Dipublikasikan
4 tahun lalupada
Oleh
anjasabdullah

KATADIA,KENDARI || Salah satu agenda Hari Pers Nasional (HPN) 2022 di Kendari pada Selasa 8 Februari 2022 adalah Konvensi Nasional Media Massa diadakan di Gedung Phinisi 2 Claro Hotel Kendari Sulawesi Tenggara.
Sebelumnya semua narasumber telah memberikan kiat-kiat terkait bagaimana membangun model media massa yang berkelanjutan sesuai tema yang diberikan.
Diakhir acara, para narasumber yang merupakan tokoh-tokoh media nasional diberikan kesempatan oleh moderator yang dipandu oleh Frans dan Agus Sudibyo dari Dewan Pers untuk memberikan closing statement untuk para insan pers Indonesia.
Sebelumnya Agus menyampaikan bahwa keadaan dan perkembangan media saat ini sudah sangat jauh berbeda.
“Sebelumnya nasi sebakul kita cuma makan berempat dan itu sangat mencukupi, namun saat ini satu bakul dimakan 50 orang jadi mana bisa mencukupi,” tuturnya sebelum memberikan kesempatan kepada narasumber utama.
Sebagai narasumber pertama Sutanto Hartono (Dirut SCTV) menyampaikan secara singkat agar keseteraan di media harus ditekankan ke pemerintah dan ini menjadi tugas Dewan Pers.
Sementara itu Chairul Tanjung akrab disapa Pak CT oleh moderator, kembali memberikan quote seperti pemberitaan sebelumnya.
CT menyampaikan dua fungsi media yaitu fungsi Bisnis dan idealisme.
“Namun bisnis dan idealisme itu bukan seperti minyak dan air yang tak bisa digabung, namun itu bisa diterapkan tanpa menghilangkan sisi idealismenya,” ungkapnya.
“Adapun peristiwa bisnis merupakan peristiwa pribadi, bukan peristiwa kelompok, Jangan pernah berharap kepada orang lain untuk urusan bisnis,” ungkap CEO Trans Media.
“Namun yang terpenting, jangan mengorbankan idealisme untuk sebuah bisnis,” tutupnya yang disambut applaus dari peserta.
Senada dengan hal tersebut, Uni Zulfiani Lubis dari Idn Times yang sebelumnya sudah 13 tahun di dunia pertelevisian menyampaikan agar tidak bisa menyerahkan hidup kita kepada orang lain atau pemerintah.
“Newsroom tetap tanpa menyingkirkan idealisme,” singkatnya.
Kemudian Andi Budiman dari Kompas Gramedia menyampaikan bagaimana media bisa membangun ekosistem media.
“Bagaimana platform bisa membuat ekosistem, jadi kedepannya media juga bisa membuat ekosistem,” singkatnya.
Sejurus dengan itu Arifin Asydhad (kumparan.Com) mengungkit terkait Platform Bloomberg, Arifin menyarankan dua poin untuk itu, yaitu bagaimana agar terjadi kekompakan serta peran pemerintah untuk memajukan media.
Anda juga mungkin suka


DPMPTSP Makassar Ingatkan Pelaku Usaha Segera Laporkan LKPM Periode Juli 2026

PDAM Makassar Siapkan Tiga Solusi Atasi Krisis Air Bersih

Lapas Narkotika Sungguminasa Beri Penghargaan Pegawai Berprestasi Triwulan II 2026

Trending
Makassar6 hari lalu35 Pelaku UMKM Wisata Kuliner Danau Tanjung Bunga Selatan Berharap Solusi, Bukan Pembongkaran
Internasional3 minggu laluJamaah Haji Barru Melangitkan Doa dari Mekkah untuk Masyarakat dan Daerah
Nasional3 minggu laluSyamsuddin Rasyid,alumni Ekonomi Koperasi UNM 1998 Terpilih Memimpin Pokjawas Madrasah Nasional






