KATADIA,MAKASSAR || Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mengadakan Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana bagi masyarakat di Lorong Wisata di 4 (empat) kecamatan di Kota Makassar.
Kegiatan tersebut akan diikuti oleh 350 dewan balai yang tersebar di empat kecamatan, yakni Biringkanaya, Tamalanrea, Panakukang dan Manggala.
“Untuk kegiatan hari pertama di kecamatan Biringkanaya, hari kedua di Tamalanrea, kemudian di Panakukang dan terakhir di Manggala,” ujarnya.
Ia berharap melalui kegiatan ini, masyarakat dapat tangguh dalam menghadapi dan menanggulangi bencana di lorong tersebut.
Sementara itu, Kepala BPBD Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin mengatakan salah satu program strategis Pemerintah Kota Makassar adalah Program Lorong Wisata sebagai daya tarik baru bagi sektor pariwisata sekaligus sektor ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di gang-gang.
“Penekanan dari Program Lorong pariwisata adalah peran aktif masyarakat. Artinya masyarakat dilibatkan dalam program ini terutama dalam hal peningkatan perekonomian khususnya bagi para pelaku UMKM nantinya,” ujar Achmad Hendra saat membuka acara di kantor kecamatan Biringkanaya.
Untuk melengkapi acara prioritas Wali Kota Makassar, Achmad Hendra menjelaskan, masyarakat di lorong-lorong perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi bencana dan kondisi darurat.
“Bencana kebakaran atau banjir sering terjadi di Kota Makassar, sehingga perlu kesiapsiagaan masyarakat khususnya yang tinggal di lorong-lorong untuk dapat mengantisipasi bencana,” ujarnya.
Ia melanjutkan, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, pencegahan bencana adalah untuk mendorong koordinasi dan kerjasama semua pihak.
“Paradigma baru penanggulangan bencana adalah pengurangan risiko bencana yang responsif, preventif dan kolaboratif. Maka pelibatan masyarakat juga diperlukan dalam mengurangi risiko bencana agar masyarakat khususnya yang tinggal di koridor dapat tangguh dalam menghadapi bencana,” jelasnya.