KATADIA,GOWA || Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa terus berupaya meningkatkan produksi pertanian, dengan melihat potensi dan ketersediaan lahan yang ada.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa Fajaruddin mengatakan, peningkatan produksi pertanian juga ditopang oleh ketersediaan lahan produktif.
“Untuk memenuhi peningkatan produksi pertanian, ketersediaan lahan pasti dibutuhkan, salah satunya perlu mencetak sawah baru dan memanfaatkan lahan yang tidak terpakai,” ujarnya, saat ditemui Selasa (26/7/2022).
Fajaruddin juga menyampaikan bahwa manfaat yang dapat diperoleh dari Program persawahan adalah meningkatkan rasio penggunaan lahan, mengurangi jumlah lahan terlantar, menambah luas areal tanam tambahan, meningkatkan produksi padi secara nasional, serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.
Menurutnya, ada beberapa kecamatan di Kabupaten Gowa yang bisa dijadikan lahan sawah baru dan lahan tak terpakai untuk menunjang produksi tanaman yang bermanfaat bagi petani dan masyarakat.
Untuk pengembangan lahan pertanian, kata Fajaruddin, lahan yang tersedia bisa ditanami seperti padi, porang dan jagung.
“Jadi kita juga bisa memanfaatkan lahan yang tidak terpakai, kita juga bisa menggunakan lahan bekas tambang C untuk penanaman,” ujarnya.
Selain membantu petani, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura juga memberikan bantuan bibit, perbaikan saluran irigasi dan penyuluhan.
Kepala Tanaman Pangan, Nurliah Jamil menambahkan, dari tahun ke tahun produksi gabah dan beras di Kabupaten Gowa terus meningkat.
“Setiap tahun ada peningkatan produksi panen gabah. Tahun 2021 kita panen 423.480 ton, dibandingkan tahun lalu 416.778 ton. Ini indikator produksi pertanian kita meningkat setiap tahun,” jelasnya.
Selain itu, Nurliah juga mengungkapkan, untuk memberikan pemahaman kepada petani, pihaknya menyiapkan Petugas Penyuluh Pertanian (PPL) di setiap kecamatan.
“Para penyuluh kami di lapangan aktif mengedukasi petani,” tambahnya. (Sofyan)