Rabu, Februari 21, 2024

Yusuf Penjual Somay Pakai Motor ini Setiap Saat Mangkal di Depan Kampus Unismuh Makassar

KATADIA.MAKASSAR || Pria kelahiran Makassar ini Muhammad Yusuf (42) telah menjalani 8 tahun berjualan somay di depan kampus Unismuh Makassar. Setiap hari Yusuf memarkir motor tempat jualan pada area depan Unismuh termasuk sekitar Pertamina yang bersebelahan Unismuh di Talasalapang Jl. Sultan Alauddin ini.

Dia mulai membuka jualan di atas sepeda motor di bawah paying lebar sekitar jam 11.00 WITA-23.00 WITA. Pilihan pada profesi penjual somay karena tuntutan dari ekonomi keluarga menghidupi anak dan isterinya. Yusuf punya dua orang anak yang duduk di bangku SDN di Makassar serta SMP di Bone.

Kepada media Sabtu 2 Juli 2022, Yusuf mengatakan sebelum melakoni berjualan somay sempat bekerja di tempat foto copy, jualan kaos kaki selama lima tahun. Kemudian dia memutuskan jualan somay karena banyak saingan sehingga kalah modal.

Menjalani delapan tahun jualan somay tidak terasa waktu berjalan, saat memulai membuka jualan somay modal awalnya Rp 3.000.00. Dia mengakui kalau pendapatan yang diperoleh jualan somay 30 persen bersih sekitar Rp. 150.000 kalau pembeli ramai, katanya.

Dia lahir di Malengkeri Makassar, hidup di kota metropolitan bukan hal mudah. Setelah menikah beliau tinggal di Jl. Malengkeri Makassar bersama orang tuanya, dengan lokasi tempat tinggal cukup dekat menuju lokasi jualan.

Yusuf sangat bahagia karena kondisi Makassar tidak lagi dihadapkan pembatasan sosial akibat Covid-19, sehingga Unismuh tidak lagi sepi dan senyap karena mahasiswa sudah mulai lagi ramai dengan kegiatan pembelajaran di kampus dengan gedung tertinggi di Kota Metropolitan saat ini.

Dia tamat SDN di Parantambung dan SMP di Bone. Dia tidak mengenal rasa lelah demi mencari nafkah untuk kedua anaknya dan istrinya, dan waktu istirahat dijalani bersama istri dan anak-anaknya dirumah sekaligus mempersiapkan jualan setiap hari.

Menurutnya waktu untuk liburan bersama keluarga hanya sekali dalam setahun itupun di waktu tertentu seperti sudah lebaran. Dia selalu bersyukur atas berapapun pendapatan yang saya peroleh hari ini walaupun menjual somay tetap tekun menjalani apapun pekerjaan selama pekerjaan itu halal, katanya.

Tempat jualannya ini ramai akan penjual seperti pop ice, es dawet, es kelapa serta penjual somay lainnya. Dia mempunyai harapan bahwa dagangannya yang mereka jual akan habis dibeli oleh mahasiswa dan para pengguna jalan lainnya di samping Pertamina dan pelataran depan Unismuh Makassar ini. *

 

 

Laporan: Muhammad Idris
Mahasiswa Komunikasi Fisip Unismuh Makassar

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles