KATADIA,MAKASSAR || Muh Ibnu Irfan siswa akhirnya bisa kembali merasakan bangku sekolah setelah mengalami putus sekolah sejak 2018 lalu.
Irfan tinggal di jl Rappocini lr 9 berasal dari golongan kurang mampu dan saat ini sudah duduk di bangku kelas 5c
Kepala UPT SPF SDN Rappocini Juli Astutik mengatakan menurut Irfan Alasan tidak bersekolah karena orangtuanya kurang perhatian dan juga pengaruh lingkungan yang tidak mendukung dan motivasi siswa yang rendah
Setelah dilakukan pendekatan persuasif dan kebijakan kepala sekolah Irfan akhirnya mau dan kembali duduk di bangku sekolah bersama teman temannya

Juli Astutik mengatakan Menangani siswa bermasalah di sekolah menurut pengalaman emperis memang tidak mudah. Tidak semudah membalik telapak tangan.
Kenapa? Jika keliru menangani masalah siswa, bisa jadi bumerang bagi guru yang bersangkutan. Guru akan terkena sasaran ketidakpuasan siswa maupun orang tuanya.
Jadi ajakan itu untuk membantu pemerintah dalam membuka kesempatan yang lebih baik kepada anak-anak, sebagai penerus masa depan bangsa. Apalagi kita akan mendapat bonus demografi, di mana penduduk berusia produktif lebih banyak daripada usia non produktif.