KATADIA, WATAMPONE || Kepala Bandara Udara Arung Palakka menemui Wartawan Kabupaten Bone selain meminta maaf juga klarifikasi dengan adanya pembatasan yang dianggap mis komunikasi antara pimpinan dan stafnya soal kebijakan pembatasan awak media saat Operasi Perdana sesi kedua pendaratan perdana Susi Air beberapa waktu yang lalu.
Terkait Pembatasan Media yang diperkenankan masuk area utama untuk meliput, Pimpinan bandara udara Arung Palakka Bone Samuel T Duma menjelaskan sekaligus memohon maaf dengan ditemani dua stafnya bersama satu rekannya di Cafe Padi, Sabtu (03/12/2022)
Diberitakan Sebelumnya Puluhan wartawan media cetak maupun online bahkan TV tidak di izinkan memasuki kawasan bandara, dalam tugas peliputan Landing perdana pesawat Susi Air di Bandar Udara Arung Palakka, Desa Mappalo Ulaweng, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada hari Kamis, (01/12/2022) lalu.
Samuel T Duma menyampaikan permohonan maaf kepada rekan-rekan media atas permasalahan yang ditimbulkan oleh teman-teman di Bandar Udara yang telah melarang sejumlah Wartawan untuk melakukan peliputan pada Landing perdana pesawat Susi Air.
“Ijin, saya sebagai pimpinan bandar udara Arung Palakka Bone, melakukan klarifikasi terkait pemberitaan media bahwa ada pelarangan masuk pada saat peliputan penerbangan perdana di bandar udara Arung Palakka Bone,” Kata Samuel.
Mungkin itu suatu miskomunikasi dan kekhilafan dari teman-teman di lapangan media sudah membawa surat tugas bahkan identitas, itu harusnya segera di proses dan disampaikan kepada pimpinan bahwa ada media yang ingin meliput demi publikasi penerbangan di Bandar Udara Arung Palakka Bone,
Ia menganggap Pemberitaan sangat membantu, sehingga masyarakat luas lebih tahu bahwa di Bandara Arung Palakka Bone sudah terdapat pelayanan penerbangan,
“Jadi pada kesempatan ini, walaupun hal itu dilakukan teman-teman kami di lapangan, tapi ini adalah kesalahan dari pimpinan, tidak melakukan sesuatu briefing lebih awal.” Ucap Samuel
Karena menurut dia, waktu yang terlalu cepat dan mulai dari penandatanganan kontrak di Makassar dan kami harus kembali di Bone, sehingga briefing itu kurang dilakukan sampai terjadi miskomunikasi di lapangan,” tuturnya.
Lanjut Samuel mengatakan sebagai pribadi dan pimpinan bandar udara Arung Palakka Bone menyampaikan permohonan maaf kepada rekan-rekan media.
“Semoga dengan adanya kejadian-kejadian ini kita boleh lebih bersinergi lagi, berkolaborasi, kita membangun Bone untuk lebih maju melebihi bandara-bandara udara lain yang ada di Sulawesi Selatan.”
“Mungkin itu yang saya bisa sampaikan saat ini, sekali lagi mohon maaf, marilah kita bersinergi, berkolaborasi demi Bone yang lebih maju,” pungkasnya.
Sebelumnya beberapa awak media juga menjelaskan tugas wartawan sebagai kontrol sosial yang telah dilindungi Undang-undang Pers kepada Pimpinan Bandara Udara Arpal dan Stafnya sembari rekan media juga menjelaskan komunikasi bagaimana yang sinkron dengan memang ada protap yang perlu diterapkan di bandara sehingga tugas wartawan tetap jalan namun aturan bandara demi untuk keamanan dan keselamatan juga tetap terjaga.
Laporan A Syafri Azis