Terhubung dengan kami

DAERAH

Dinas Perternakan dan Perikanan Enrekang Fokus pada Penanganan Vaksin PMK (penyakit mulut dan kuku)

Dipublikasikan

pada

KATADIA,ENREKANG || Dinas Peternakan melaporkan bahwa populasi ternak sapi di kabupaten Enrekang sekitar 45 ribu ekor, kerbau sekitar 3100 ekor, dan kambing sekitar 36 ribu ekor. Saat ini, peternak di kabupaten Enrekang sedang menjalankan program vaksinasi untuk mencegah penyebaran penyakit ternak PMK dan Jembrana yang disebabkan oleh Apthovirus. Kabupaten Enrekang mendapatkan jatah vaksin untuk penanganan PMK dan Jembrana, dan kegiatan ini menjadi skala prioritas.

Menurut Muhammad Alwi SPT, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan kabupaten Enrekang, program vaksinasi telah dilakukan sejak tahun kemarin dan akan diteruskan hingga 2023 sesuai dengan target. Peternak di wilayah sentra produksi serta wilayah yang terkena kasus Jembrana telah diberikan vaksinasi.

Selain itu, penandaan ternak berupa pemasangan ear tag pada telinga sapi juga dilakukan untuk mempermudah penanggulangan PMK. Program penandaan ternak merupakan program nasional yang didasari oleh keputusan Menteri Pertanian RI nomor 559/KPTS/PK.300/M/7/2022.

MuH Alwi menekankan pentingnya penandaan ternak dengan ear tag, yang memudahkan mengetahui jumlah populasi, status reproduksi, dan distribusi melalui penerapan teknologi informasi dan komunikasi.

Barkot pada aplikasi via hp juga memudahkan pengendalian ternak dan mencegah kecurian karena sudah terdata dalam aplikasi tersebut. Namun, masih banyak peternak yang merasa takut untuk melakukan penandaan pada ternak mereka, meskipun penandaan tersebut dihalalkan oleh MUI dan gratis dari pemerintah. Saat ini, dari target 25 ribu ekor sapi yang akan dipasangi ear tag, baru sekitar 1000 ekor yang telah dipasangi.

 

 

Laporan (Ani Hasan )

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending