KATADIA, MAKASSAR || Murid-murid SDN Rappocini di Makassar, Sulawesi Selatan, antusias mengikuti kegiatan Pesantren Kilat dan buka puasa bersama dalam menyambut bulan Ramadhan.
Acara pesantren kilat dibuka langsung kepala SDN Rappocini Juli Astuti S.Pd.M.Pd dihadiri oleh siswa kelas 1 hingga kelas 6
Acara dimulai dengan ceramah tauziah oleh Ustadz Sulaiman Sahabuddin.S.Pdi. yang mana dalam tauziahnya, mengajarkan murid murid tentang rukun Islam dan rukun iman, serta menjelaskan arti dan pentingnya berpuasa.
” Ia juga mengajarkan murid-murid untuk percaya kepada Nabi Muhammad sebagai nabi terakhir dan satu-satunya nabi yang diutus Allah SWT.
Selama kegiatan tauziah, para murid dengan antusias mendengarkan dan mengikuti tanya jawab dengan Ustadz Sulaiman.
Kepala SDN Rappocini, Juli Astuti.,S.Pd.M.Pd mengungkapkan bahwa kegiatan Pesantren Kilat dan buka puasa bersama ini merupakan tradisi yang rutin diadakan setiap tahun di bulan Ramadhan.
Menurutnya, kegiatan ini sangat penting bagi siswa agar lebih memahami dan memperdalam ilmu agama Islam.
Juli Astuti juga menambahkan bahwa kegiatan Pesantren Kilat ini diharapkan dapat membantu siswa dalam menghadapi ujian agama di sekolah dan menguatkan keimanan serta ketaqwaan para siswa.
Adapun siswa ini yang hadir mulai dari kelas 1 sampai dengan kelas 6, setiap kelas mewakili 10 orang dan yang diambil murid murid yang kurang mampu.
Lebih lanjut kata Juli Astuti, Kegiatan ini terlaksana juga berkat bantuan dan kerjasama dari H. Suprapto Santoso, Salah satu Direktur Sinar Baskara pengusaha Tambang yang saat ini lagi berulang tahun
Sementara itu, salah satu siswa kelas 5, Aira Fahira, merasa senang bisa mengikuti kegiatan Pesantren Kilat dan buka puasa bersama. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat dan membantunya untuk lebih memahami arti puasa dan keimanan.
“Materi yang diajarkan sangat bermanfaat, dan saya juga senang bisa berbuka puasa bersama teman-teman dan ustadz,” ucap Airah Fahira.
Kegiatan Pesantren Kilat dan buka puasa bersama di SDN Rappocini ini mendapat apresiasi positif dari orang tua siswa dan masyarakat sekitar. Mereka berharap kegiatan seperti ini terus diadakan dan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk lebih memperhatikan pendidikan agama bagi siswa.