Rabu, Juli 24, 2024

Dekan Fisip UIT: Usung Gibran Golkar Menunjukkan Kematangan Politik

KATADIA,MAKASSAR || Menyikapi Kompas TV, Minggu 22 Oktober 2023 dini hari, dengan menampilkan pengamat Nyarwi Ahmad, Direktur Eksekutif Indonesian Presidential Studies, Ahmad Doli Kurnia, Wakil Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar), Viva Yoga Mauladi, Wakil Ketua Partai Amanat Nasional (PAN), yang mengulas keputusan Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar, untuk mengusung Gibran Raka Bumingraka, dinilai sebagai kematangan Partai Golkar.

“Momentum paling menarik, dimanfaatkan Golkar, sekaligus menunjukkan kematangan partai Beringin,” ujar Dr. Nani Harlinda Nurdin, M.Si. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar.

Manuver Airlangga Hartarto, dengan memutuskan mendukung putra Presiden Joko Widodo, mendampingi Calon Presiden Koalisi Indonesia Maju, menunjukkan kualitas strategis partai terbesar era Orde Baru (ORBA), lanjutnya.

“Rival terberat Golkar, adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), jika tidak ingin disebut musuh bebuyutan,” paparnya. Sembari menambahkan sejak ORBA Presiden Suharto, menekan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan PDIP, dan berakhir pada saat Megawati Sukarno Putri, diinginkan hampir seluruh kader Banteng.

Untuk PPP yang sekarang berada di kubu koalisi Indonesia bersatu, dipimpin PDIP, dengan harapan bisa meloloskan Sandiaga S. Uno, sebagai wakil Ganjar Pranowo, juga gayung tak bersambut. “Megawati pemegang kendali koalisi lebih cermat menghitung kalkulasi suara Jawa Timur,” paparnya.

Harus diakui hal yang sama juga dialami Partai Demokrat, keputusan meninggalkan Koalisi Perubahan, dan berharap Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dipilih sebagai wakil oleh Prabowo, juga tidak kesampaian.

“Sampai disini, Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dan Golkar sudah menempatkan posisinya sebagai pengatur pemenang Pemilu Presiden 2024,” ujarnya.

“PDIP (Megawati) harus berhadapan dengan seteru lamanya, karena bagaimanapun sejarah Nasdem (Surya Paloh) tidak terpisah dari Golkar,” urainya.

Sehingga saya menduga dengan mendorong Gibran, mendampingi Prabowo, adalah langkah paling tepat mengakhiri dominasi Jokowi, yang juga sudah tidak harmonis lagi dengan PDIP, tambahnya. PDIP bisa saja bergembira, karena rasa jengkel pada ulah Presiden Jokowi.

Pusat Kajian Pemilu dan Pemerintahan FISIP UIT, yang dibangun Dr. Nani Harlinda Nurdin, sejak awal 2019 saat ini sedang melakukan riset wacana media, terkait geliat partai dalam mengusjng psangan calon Presiden dan Wakil Presiden.

“Usai pemilu kami akan rilis pengamatan kami untuk kualitas pemilu yang bermartabat,” ujarnya.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

Sorry Bro