Rabu, November 29, 2023

Konferensi Pers KPK: Penahanan Tersangka Dugaan TPK Penerimaan Gratifikasi di Pemerintah Kota Bima, NTB

KATADIA,JAKARTA || Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar konferensi pers penting pada hari ini terkait dengan penahanan tersangka dugaan tindak pidana korupsi yang terkait dengan pengadaan barang dan jasa, serta dugaan penerimaan gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).Kamis 5 Oktober 2023

Dalam konferensi pers yang digelar oleh KPK, pimpinan KPK Firli Bahuri mengucapkan selamat ulang tahun kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang sedang merayakan HUT TNI ke-78, mengapresiasi peran TNI sebagai pengawal demokrasi, dan berharap TNI terus menjalankan tugasnya dalam melindungi negara dan masyarakat.

Kemudian, KPK menjelaskan perkembangan terkait penanganan dugaan korupsi di Kota Bima, NTB. Kasus ini berawal dari pengaduan masyarakat yang kemudian dianalisis oleh KPK. Setelah analisis lebih mendalam, KPK melakukan penyelidikan dan menemukan indikasi kuat tindak pidana korupsi.

Hasil penyelidikan tersebut mengarah kepada satu orang tersangka, yakni Walikota Bima periode 2018-2023, yang dikenal dengan inisial MLI. MLI diduga terlibat dalam mengkondisikan berbagai proyek yang akan dikerjakan oleh Pemerintah Kota Bima.

Modus operandi yang digunakan adalah meminta dokumen proyek dari berbagai dinas di kabupaten dan kota Bima, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

Selanjutnya, MRI memerintahkan beberapa pejabat PPR dan BPBD Pemerintah Kota Bima untuk menyusun proyek-proyek dengan nilai anggaran besar, yang kemudian diselenggarakan lelang.

Namun, pemenang lelang yang seharusnya memenuhi kualifikasi persyaratan ternyata tidak memenuhi syarat, dan proyek-proyek tersebut diberikan kepada pihak-pihak yang terkait dengan MRI.

KPK juga mendapati bahwa tersangka MRI menerima sejumlah uang dan gratifikasi dari pihak-pihak terkait dengan proyek-proyek tersebut. Jumlah gratifikasi yang diterima mencapai 8,6 miliar rupiah. Uang ini ditemukan dalam bentuk setoran uang ke rekening bank atas nama pihak-pihak terkait, termasuk anggota keluarganya.

Atas dasar temuan ini, KPK menetapkan MRI sebagai tersangka dan melakukan penahanan terhadapnya selama 20 hari pertama, mulai dari tanggal 5 Oktober hingga 24 Oktober 2023, di rumah tahanan negara.

Dalam konferensi pers tersebut, KPK juga mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama berperan aktif dalam pemberantasan korupsi dan menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung upaya KPK dalam memberantas korupsi.

Konferensi pers ini memberikan gambaran tentang komitmen KPK dalam memberantas korupsi di Indonesia dan menegaskan bahwa siapa pun yang terlibat dalam tindak pidana korupsi akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

 

Sumber Akun Facebook KPK

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles