Minggu, Desember 3, 2023

Mengungkap Kasus Ilegal Logging: Kades Terlibat, Tim Hukum Laki Juang 45 Siap Berjuang di Pengadilan”

KATADIA, BONE || Kasus ilegal logging di Desa Rappa Kecamatan Tonra, Kabupaten Bone yang dilaporkan warga setempat menjadikan dua orang tersangka yakni Kades Rappa dan seorang Warga Rappa berinisial HR, saat ini berstatus tahanan kota.

Ketua Tim Kuasa Hukum Laki Juang 45, Mahmud, SH.MH, dalam konferensi pers menyatakan bahwa penebangan liar, penambangan, dan pembalakan tanpa izin adalah kejahatan yang memiliki dampak luar biasa, terutama jika terorganisir, karena dapat menimbulkan kerugian negara.

ia melanjutkan , keterlibatan BS selaku Kades ini yang bukan wewenangya telah memberikan izin HR selaku tersangka untuk melakukan penebangan pohon dalam kawasan hutan produksi di wilayah Kecamatan Tonra Kabupaten Bone dengan luas 32.50 km2. kami terus mengawal kasus illegal logging ini hingga disidangkan di Pengadilan Negeri Watampone.

Pihak Dinas Kehutanan Sul-Sel (Gakum Kehutan) menindaklanjuti kasus ini dengan menurunkan personil polisi ke hutan di tempat kejadian dan melaporkan langsung kepada aparat penegak hukum (APH).

Mahmud menambahkan bahwa kegiatan warga yang merambah hutan tidak lain adalah aksi illegal logging, yang sangat berbahaya karena dapat menyebabkan tanah longsor dan tentunya melanggar hukum.

Dua orang tersebut dikenakan pasal UU Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan Dan Pemberantasan Perusakan Hutan BAB X KETENTUAN PIDANA, kemudian Pasal 82 (1) yang menyatakan bahwa orang perseorangan yang dengan sengaja melakukan penebangan pohon dalam kawasan hutan tanpa izin akan dikenakan sanksi pidana.

Oleh karena itu, diperlukan landasan hukum yang kuat untuk memberantas perusakan hutan secara efektif dan memberikan efek jera kepada setiap pelaku.

Mahmud menjelaskan bahwa menurut Pasal 12 huruf a-b, bagi siapa saja yang melakukan penebangan pohon dalam kawasan hutan tanpa izin akan dikenai hukuman penjara minimal 1 tahun dan maksimal 5 tahun, serta denda minimal Rp. 500.000.000,00 dan maksimal Rp. 2.500.000.000,00

Selanjutnya, keterlibatan tersangka BS sebagai kepala desa disebabkan karena memberikan izin kepada tersangka HR yang sebenarnya bukan wewenangnya untuk melakukan penebangan pohon dalam kawasan hutan.

Meskipun Desa Rappa merupakan salah satu kawasan hutan produksi di wilayah Kecamatan Tonra Kabupaten Bone dengan luas 32.50 km2, kami terus mengawal kasus illegal logging ini hingga disidangkan di Pengadilan Negeri Watampone.

 

 

Laporan A. Syafri Azis

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles