Terhubung dengan kami

Berita

Pertemuan Gerakan Cegah Stunting Melalui Pendekatan Sensitif

Dipublikasikan

pada

KATADIA,BONE || Dinas Kesehatan Kabupaten Bone menyelenggarakan kegiatan Pertemuan Gerakan Cegah Stunting Melalui Pendekatan Sensitif yang diikuti oleh Lintas Sektor Kabupaten Bone terkait, Pengelola Program Gizi Puskesmas dan Pengelola Sanitasi Puskesmas se-Kabupaten Bone serta Lintas Program terkait, dilaksanakan di Aula Kantor Dinas Kesehatan jl.Ahmad Yani Kabupaten Bone, Kamis (16/11/2023).

Sementara itu, Narasumber yang hadir pada pertemuan yakni Dinas Kesehatan Kabupaten Bone bidang Promosi dan Kesehatan Masyarakat sebagai Penyuluh Madya dan Herman Wafir, N.G.O YPSDMS.

Pertemuan tersebut dibuka oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Kabupaten Bone, dr.Hj.Kartini Abbas, S.ST.

Dalam sambutannya beliau menyampaikan agar semua pihak saling bahu membahu untuk mengatasi stunting di Kabupaten Bone, salah satunya melalui intervensi kesehatan lingkungan.

Stunting adalah hambatan tumbuh kembang anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi secara kronis, infeksi penyakit yang berulang dan kurangnya stimulasi psikososial (psychosocial stimulation). Stunting dan kekurangan gizi lainnya yang terjadi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dapat menyebabkan hambatan perkembangan kognitif yang akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan dan produktivitas anak di masa depan.

Farida Tahir, SKM , M.Kes, Stunting dan masalah gizi selain masalah gizi buruk, faktor lingkungan buruk terkait air minum dan sanitasi utamanya lingkungan rumah oleh adanya pengguna rokok juga mempengaruhi Stunting.

Sementara dari N.G.O YPSDMS melihat dampak tersebut, maka stunting perlu dicegah. Bentuk dukungan Kader dalam pencegahan stunting yaitu pendekatan dari sisi intervensi sensitif.

Intervensi sensitif mencakup upaya-upaya mencegah dan mengurangi gangguan secara tidak langsung misalnya peningkatan pendidikan, Peran Posyandu, Kader terhadap kekuatan kelemahan yang akhirnya muncul rencana strategis yang akan di bawah kepada peran lembaga.

Herman Wafir mencoba menggali hal tersebut dengan membuat tiga kelompok diskusi untuk melihat sejauh mana tanggapan dan masukan peserta Pertemuan.

Pertemuan Gerakan Cegah Stunting Melalui Pendekatan Sensitif merupakan salah satu wujud penguatan kembali komitmen dukungan dalam mengurangi risiko kejadian stunting.(**)

 

 

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending