Minggu, Mei 26, 2024

HPBD Sulsel Gelar Penulisan Konten Lokal Dan Peluncuran Serta Bedah Buku

KATADIA MAKASSAR-Pada tanggal 27/04/2024 hari sabtu kemarin, dua agenda penting yakni ‘Pelatihan Menulis Konten Lokal’ serta ‘Peluncuran dan Bedah Buku’ merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Himpunan Pelestari Bahasa Daerah berlokasi di Aula Bahasa Sulsel. Jl. Sultan Alauddin No.Km.7, Mangasa, Kec. Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, 90221.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh kepala Balai Bahasa Sul-Sel, Dr. Ganjar Harimansyah dan ketua HPBD, Dr. Asis Nojeng, M. Pd.

Suparmin, S.Pd. selaku ketua panitia mengungkapkan bahwa pelatihan menulis berbasis konten lokal merupakan cara yang efektif untuk mengasah keterampilan menulis sambil memperkuat identitas dan cerita budaya dari suatu daerah. Dalam pelatihan ini, fokusnya bisa pada pengembangan gaya penulisan yang memperhatikan kekhasan dan keunikan budaya lokal, sehingga hasilnya lebih autentik dan dapat berbicara kepada audiens yang spesifik.

Peluncuran dan bedah buku merupakan kegiatan yang penting dalam dunia sastra dan penerbitan. Peluncuran buku adalah momen di mana buku pertama kali diperkenalkan kepada publik, seringkali melalui acara spesial di toko buku atau ruang acara lainnya. Sedangkan bedah buku adalah diskusi mendalam tentang isi buku, karakter, tema, dan pesan yang terkandung di dalamnya. Kegiatan ini dapat melibatkan pembaca, penulis, dan kritikus sastra untuk membahas berbagai aspek buku tersebut secara terbuka dan mendalam.

Menurut Dr. Ganjar Harimansyah selaku kepala balai bahasa Sul-Sel, sebagai perhimpunan pelestari bahasa daerah, salut untuk HPBD yang telah menyelenggarakan kegiatan pelatihan penulisan berbasis budaya lokal serta peluncuran dan bedah buku. Praktik baik dari kegiatan ini menjadi urgen di tengah kurangnya referensi dan tulisan-tulisan yang terkait dengan bahasan dan budaya daerah, khususnya di Sulawesi Selatan. HPBD patut terus bergerak dan menjadi pionir sekaligus provokator pelestarian bahasa dan budaya daerah.

“Kebermaknaan Buku _Filosofi Tallu Lolona A’pa’ Tauninna_ dan _Life and Death: The Lost Culture_ terletak pada ulasan inti dari filosofi dan simbolisasi masyarakat Toraja dalam menjalani kehidupannya. Dua buku karya Dirk Rukka dan ayahnya: Stanislaus Sandarupa ini bisa dijadikan rujukan bagi yang ingin mengenal orang Toraja dan kebijaksanaannya. Di dalamnya ditawarkan pandangan sintetis tentang aspek-aspek penting dari budaya Toraja, baik dari aspek etnografis maupun antropologis.”

Kami dari HPBD mengadakan Pelatihan Menulis berbasis konten lokal memiliki dua sasaran utama, yakni menyelamatkan cerita-cerita berbasis kearifan lokal dan bahasa daerah.
Alhamdulillah, terlaksana dengan baik berkat kerjasama Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan. Kami juga sangat bersyukur karena peserta sangat antusias, yang 85% berlatar belakang guru.

Acara kami yang kedua yakni Bedah buku yang ditulis oleh salah satu pengurus HPBD Sulawesi Selatan, buku yang juga berbasis kearifan lokal berlatar belakang Toraja dan dibedah oleh Budayawan Toraja.

Buku yang sangat bagus dan tentunya akan membantu masyarakat dalam mencari referensi tentang Toraja, ujar Dr. Asis Nojeng, M. Pd. , pungkasnya.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles