KATADIA MAKASSAR || Upaya meningkatkan kualitas hidup lanjut usia (lansia) di Kota Makassar terus dikembangkan melalui pendekatan yang lebih inovatif dan berorientasi pada pemberdayaan.
Salah satunya melalui BELATI (Beranda Lansia Produktif), sebuah inovasi yang mendorong lansia agar tetap sehat, aktif, mandiri, produktif, serta memiliki ruang untuk bersosialisasi dan mengembangkan potensi diri.
Inovasi BELATI dikembangkan sebagai respons terhadap kebutuhan lansia yang tidak hanya membutuhkan perhatian dari sisi kesehatan, tetapi juga ruang untuk beraktivitas, bersosialisasi, meningkatkan keterampilan, serta tetap berperan dalam keluarga dan masyarakat.
BKKBN menempatkan Bina Keluarga Lansia (BKL) sebagai wadah bagi keluarga yang memiliki anggota lansia maupun lansia itu sendiri untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, perilaku, dan keterampilan sehingga kualitas hidup lansia dapat terus ditingkatkan.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Dani Pomanto memberikan apresiasi terhadap hadirnya BELATI sebagai salah satu pendekatan yang mendorong lansia agar tetap aktif dan memiliki peran di lingkungan sosial.
Menurutnya, keberadaan program pemberdayaan lansia seperti BELATI penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung lansia untuk tetap sehat, mandiri dan produktif.
Lansia tidak hanya dipandang sebagai kelompok yang membutuhkan pelayanan, tetapi juga memiliki pengalaman, kemampuan dan potensi yang dapat terus dikembangkan.
Apresiasi tersebut sekaligus menjadi dorongan agar kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan lansia dapat terus dikembangkan dan melibatkan keluarga serta masyarakat.
Dari Pembinaan Menjadi Pemberdayaan BELATI tidak hanya memandang lansia sebagai kelompok yang membutuhkan pelayanan, tetapi juga sebagai kelompok yang memiliki potensi untuk terus diberdayakan.
Melalui kegiatan BELATI, para lansia diberikan ruang untuk mengikuti berbagai kegiatan pembinaan, diskusi, aktivitas sosial, peningkatan keterampilan hingga kegiatan produktif yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi masing-masing.
Pendekatan tersebut sejalan dengan konsep Lansia Tangguh yang dikembangkan BKKBN, yakni lansia yang sehat secara fisik, sosial dan mental, serta tetap aktif, produktif dan mandiri.
Berangkat dari Permasalahan di Lapangan Gagasan BELATI lahir dari kebutuhan untuk menghadirkan pembinaan lansia yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
Tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, pendekatan ini juga memberikan perhatian terhadap aspek sosial, psikologis, ekonomi dan aktivitas produktif lansia.
Dengan adanya ruang interaksi dan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan, lansia diharapkan tidak merasa terisolasi serta tetap memiliki kesempatan untuk berkontribusi di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
BELATI menjadi salah satu pendekatan yang menempatkan lansia sebagai bagian penting dalam pembangunan masyarakat. Melalui pemberdayaan yang berkelanjutan, lansia diharapkan mampu menjalani kehidupan yang lebih sehat, mandiri, aktif dan produktif.
Pengembangan BELATI juga menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang ramah lansia di Kota Makassar, sehingga pertambahan jumlah penduduk lanjut usia dapat diikuti dengan peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan mereka.