KATADIA MAKASSAR || Sebuah video yang memperlihatkan seorang lanjut usia (lansia) harus digotong warga dan diangkut menggunakan becak motor ke kantor kelurahan di Kota Makassar viral di media sosial. Peristiwa ini menuai keprihatinan publik karena lansia tersebut diketahui tengah sakit dan tak lagi mampu berdiri.
Lansia bernama Wahbah (85), warga Kelurahan Maricaya Baru, Kecamatan Makassar, terpaksa dibawa warga ke kantor kelurahan demi mengambil bantuan pangan berupa beras dan minyak dari pemerintah. Aksi tersebut dilakukan lantaran sebelumnya pihak kelurahan menolak perwakilan lansia untuk mengambil bantuan.
Dalam video yang beredar, Wahbah tampak terbaring lemah saat digotong warga dari rumah sederhananya yang berada di lorong permukiman padat penduduk di Jalan Inspeksi Kanal Monginsidi Baru. Kondisi fisiknya yang sakit membuatnya tidak sanggup berjalan atau berdiri sendiri.
Warga sekitar mengaku terpaksa membawa Wahbah ke kantor kelurahan karena bantuan tidak dapat diambil apabila bukan penerima langsung yang datang. Hal inilah yang mendorong warga menggotong Wahbah menggunakan becak motor agar tetap bisa mendapatkan bantuan sembako.
“Sebenarnya beliau sudah tidak mampu keluar rumah, tapi bantuan tidak bisa diambil kalau bukan yang bersangkutan datang sendiri,” ujar Anwar, warga setempat.
Sementara itu, Lurah Maricaya Baru, Budiyanto, menjelaskan bahwa bantuan beras tersebut merupakan program bantuan pangan yang dititipkan pemerintah ke kelurahan dengan prosedur yang ketat. Prosedur tersebut diterapkan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
Menurut Budiyanto, penolakan perwakilan lansia sebelumnya terjadi karena adanya miskomunikasi di tingkat staf. Perwakilan yang datang mengambil bantuan tidak tercantum dalam Kartu Keluarga penerima dan bukan keluarga langsung, sehingga sempat menimbulkan kebingungan dalam pelayanan.
“Kami akui terjadi miskomunikasi. Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini,” kata Budiyanto. Kamis 17/12
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 16 Desember 2025. Pihak kelurahan memastikan ke depan akan memberikan perhatian khusus kepada warga lanjut usia dan tidak mampu, termasuk dengan mengantarkan bantuan langsung ke rumah bagi penerima yang tidak memungkinkan datang sendiri ke kantor kelurahan.
Kasus ini pun menjadi pengingat pentingnya kepekaan dan fleksibilitas pelayanan publik, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia dan warga sakit, agar bantuan sosial benar-benar dapat diterima dengan layak dan bermartabat.