Terhubung dengan kami

Pendidikan

OJK Sambangi Unismuh Makassar, Bahas Literasi Keuangan dan Bahaya Investasi Ilegal

Dipublikasikan

pada

KATADIA MAKASSAR || Deputi Direktur Pengawasan Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar, Amiruddin Muhidu, menyatakan keinginannya untuk mengunjungi desa binaan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.

Hal ini disampaikan dalam pertemuan dengan Rektor Unismuh Makassar, Dr. Abdul Rakhim Nanda, di Kampus Unismuh, Rabu (22/01).

Amiruddin menanggapi ajakan Wakil Dekan I FEB Unismuh, Agusdiwana Suarni, untuk kunjungan bersama lembaga keuangan ke desa binaan tersebut.

Ia juga menyatakan kesediaan OJK untuk mengisi kuliah di Unismuh, meskipun dengan keterbatasan SDM, atau sebaliknya, Unismuh dapat membawa mahasiswa ke Kantor OJK Sulselbar untuk mempelajari otoritas jasa keuangan dan perbankan.

Dalam pertemuan tersebut, Amiruddin menyampaikan materi “Literasi dan Inklusi Keuangan,” menjelaskan tugas dan fungsi OJK sesuai UU Nomor 21 Tahun 2011, serta menekankan komitmen OJK terhadap tata kelola yang baik (good governance) dan Program Pengendalian Gratifikasi OJK. Ia juga menghimbau agar tidak memberikan hadiah atau bingkisan kepada jajaran OJK.

OJK juga mengingatkan bahaya investasi ilegal dan pinjaman online (pinjol) ilegal. Karakteristik investasi ilegal meliputi legalitas tidak jelas, keuntungan tidak wajar, klaim tanpa risiko, skema member get member, dan memanfaatkan figur publik untuk promosi.

Amiruddin mengungkapkan data yang menunjukkan bahwa guru dan dosen (42%) merupakan kelompok yang paling banyak terlibat dalam pinjol, diikuti korban PHK (21%), ibu rumah tangga (18%), dan lainnya.

Modus pinjol meliputi penawaran melalui komunikasi pribadi, penggunaan nama mirip fintech legal, dan penawaran pinjaman cepat tanpa syarat. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Rektor Unismuh dan beberapa pejabat lainnya.(**)

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending