Terhubung dengan kami

PERISTIWA

Basarnas Sulsel Evakuasi 184 Warga Terdampak Banjir di Makassar dan Maros

Dipublikasikan

pada

KATADIA MAKASSAR || Hujan deras yang mengguyur Makassar dan sekitarnya pada Selasa (11/02/2025) menyebabkan banjir besar yang memaksa ratusan warga mengungsi. Hingga hari ini, Rabu (12/02/2025), Badan SAR Nasional (Basarnas) Sulawesi Selatan (Sulsel) telah mengevakuasi 184 orang dari berbagai lokasi terdampak.

Kepala Kantor Basarnas Sulsel menyatakan, “Hari ini kami melakukan evakuasi terhadap warga di beberapa titik lokasi yang terdampak banjir. Data sementara yang kami terima dari lapangan, ada sekitar 184 orang yang telah berhasil dievakuasi.”

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Sultan, menjelaskan bahwa lima tim rescue telah diterjunkan ke sejumlah lokasi banjir di Makassar dan Maros.

“Tim kami telah dikerahkan ke beberapa wilayah yang terdampak parah, seperti Perumahan Bung, Perumahan Royal, Perumahan BTP, dan Kompleks IDI Tello di Makassar. Sementara di Kabupaten Maros, tim kami bertugas di Perumnas Green Hills, Perumahan Tumalia, Kecamatan Turikale, Daerah Tanatakako, Kelurahan Aletenge, dan Moncongloe,” ujar Sultan.

Sultan menambahkan bahwa tim SAR menghadapi kendala akses jalan yang sulit dilalui akibat banjir. “Kondisi jalanan yang terendam air membuat tim harus mencari rute alternatif untuk mencapai lokasi-lokasi yang membutuhkan evakuasi,” jelasnya.

Banjir ini telah menyebabkan kerusakan infrastruktur dan mengganggu aktivitas warga. Banyak rumah terendam air dengan ketinggian mencapai 1-2 meter, terutama di wilayah permukiman padat penduduk. Warga yang terdampak saat ini ditempatkan di posko-posko pengungsian yang telah disiapkan oleh pemerintah setempat.

Pemerintah daerah dan instansi terkait terus berkoordinasi untuk memastikan keamanan dan kenyamanan warga yang terdampak. Bantuan logistik seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan juga telah disalurkan ke lokasi pengungsian.

“Kami berharap kondisi cuaca segera membaik agar proses evakuasi dan pemulihan dapat berjalan lebih lancar,” pungkas Sultan.

Banjir ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi bencana alam, terutama di musim penghujan. Warga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang guna menghindari risiko yang lebih besar.

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending