KATADIA MAKASSAR || MASJIDPRENEUR menggelar Milad ke-4 sekaligus meluncurkan MASJIDPRENEUR Academy sebagai bagian dari Program 100 Hari mencetak pengusaha dari masjid. Acara ini berlangsung di Masjid Nur Miyazaki, Jalan Prof. Abdurrahman Basalamah No. 31 Makassar, pada Kamis (27/2/2025).
Peluncuran MASJIDPRENEUR Academy dirangkaikan dengan Masjidpreneur Business Forum (MBF), sebuah forum diskusi interaktif yang digelar via Zoom Meeting. Forum ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia, khususnya Sulawesi Selatan, dengan mengusung tema “Hidupkan Potensi Ekonomi Masjid Kita”.
Founder dan CEO MASJIDPRENEUR Indonesia, yang juga Pimpinan DPP LPEKIN BKPRMI, Askar Al Makassari, menyampaikan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah mencetak pengusaha berbasis masjid. Kehadiran MASJIDPRENEUR Academy diharapkan mampu mengoptimalkan dan mengembangkan potensi kewirausahaan generasi muda secara profesional.
“Dengan adanya MASJIDPRENEUR Academy, kami ingin mencetak pengusaha muda dari kalangan Milenial dan Gen Z, termasuk pengurus serta remaja masjid yang benar-benar ingin menekuni dunia usaha. Tim coach MASJIDPRENEUR Academy telah menyiapkan kurikulum khusus yang mencakup Masjidpreneurship, serta pemahaman terkait Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf Produktif,” ujar Askar Al Makassari, yang akrab disapa Bung Askar.
Lebih lanjut, Askar juga menambahkan bahwa program ini turut membekali para peserta dengan keterampilan berbahasa Inggris agar mereka siap bersaing di tingkat internasional.
Sebagai bagian dari program Ramadhan, MASJIDPRENEUR Indonesia juga akan menggelar Bazaar Ramadhan selama tujuh hari, yakni dari 10 hingga 16 Ramadhan di Masjid Besar Al-Muamalah BTP Makassar.
Acara ini akan melibatkan lebih dari 10 stand UMKM dari Makassar dan sekitarnya, menawarkan berbagai produk Islami. Bazaar akan dibuka mulai pukul 16.00 hingga 21.00 WITA setiap harinya.
“Kami terus berkolaborasi dengan berbagai lembaga strategis untuk memajukan ekonomi kreatif dan kewirausahaan Islam di Indonesia. Beberapa mitra kami antara lain BSI, Dompet Dhuafa, Grand Sulawesi Group, MAGAU Group, dan Bebek Goreng Sulawesi,” jelas Askar.
MASJIDPRENEUR Indonesia juga menyediakan pusat pelatihan dan MASJIDPRENEUR Business Center (MBC) di beberapa lokasi strategis, yakni Masjid Nur Miyazaki Makassar, Masjid Besar Al-Muamalah, dan Masjid Amirul Mujahid Bulukumba. MBC menawarkan berbagai produk dan layanan Islami yang berkah serta berorientasi pada pengembangan usaha berbasis masjid.
Pada momentum bahagia ini, dilakukan pula penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara MASJIDPRENEUR Indonesia dengan Dompet Dhuafa. Kesepakatan ini bertujuan untuk mendayagunakan ekonomi kreatif umat serta mengembangkan kewirausahaan Islam melalui pengelolaan dana ZISWAF (Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf) secara kreatif dan inovatif. (**)