Terhubung dengan kami

Pendidikan

Isak Tangis Iringi Penamatan Siswa Kelas 6 SDN Rappocini Makassar

Dipublikasikan

pada

KATADIA MAKASSAR || Suasana haru menyelimuti halaman SDN Rappocini, Makassar, saat digelar acara penamatan siswa-siswi kelas 6 pada Rabu Sore 28 Mei 2025. Acara yang dipadukan dengan pentas seni ini tak sekadar menjadi ajang perpisahan, melainkan juga momen penuh kenangan yang menguras emosi.

Sejak awal, senyum haru sudah menghiasi wajah para siswa, guru, dan orang tua. Namun, seiring berjalannya acara, isak tangis mulai terdengar ketika satu per satu siswa tampil dalam berbagai pertunjukan seni. Tarian, lagu, hingga drama yang dibawakan para siswa bukan hanya menampilkan bakat, tetapi juga menyiratkan pesan mendalam tentang persahabatan, perjuangan, dan rasa syukur atas perjalanan enam tahun di bangku SD.

“Setiap gerakan, setiap lirik, seakan membawa kami mundur ke masa-masa indah bersama mereka,” ungkap salah satu guru yang tak kuasa menahan air mata.

Sambutan dari Kepala Sekolah SDN Rappocini, Juli Astutik, S.Pd., M.Pd., semakin menambah suasana haru. Dengan suara bergetar, beliau menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada para orang tua serta para siswa yang telah menjadi bagian dari keluarga besar SDN Rappocini.

“Perpisahan ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan baru bagi anak-anak kita,” tuturnya disambut tepuk tangan dan tangisan haru dari hadirin.

Puncak emosi tercurah saat lagu “Terima Kasih Guru” dinyanyikan bersama. Suara merdu para siswa yang menggema di halaman sekolah seakan menembus hati setiap orang yang hadir. Banyak yang terlihat menyeka air mata—sebuah gambaran betapa kuatnya ikatan emosional yang terjalin di antara mereka.

Acara ditutup dengan pelukan hangat, ucapan selamat, dan harapan agar para lulusan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan semangat dan cita-cita yang besar.

Penamatan SDN Rappocini tahun ini bukan hanya seremonial akhir tahun, tetapi sebuah bukti bahwa sekolah bukan sekadar tempat belajar, melainkan rumah kedua tempat tumbuhnya kenangan, kasih sayang, dan harapan.(**)

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending