Terhubung dengan kami

Kab Barru

PPMU-PKM Unhas Gelar Edukasi Keselamatan Menyelam bagi Nelayan di Barru

Dipublikasikan

pada

KATADIA BARRU || Dalam rangka meningkatkan keselamatan kerja di sektor perikanan, khususnya bagi kelompok nelayan, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PPMU-PKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) yang diketuai oleh Prof. Dr. dr. Syamsiar S. Russeng, MS, menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Keselamatan Menyelam bagi Kelompok Nelayan sebagai Upaya Pencegahan Risiko Kecelakaan di Laut”. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Sumpang Binangae, Kabupaten Barru, dengan melibatkan 30 peserta dari kalangan nelayan.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin (tanggal disesuaikan) mulai pukul 13.00 WITA ini diawali dengan registrasi peserta dan pengisian pre-test, serta dilanjutkan dengan pembukaan acara yang berlangsung hangat dan penuh antusias.

Para peserta yang sebagian besar merupakan nelayan lokal tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan yang dirancang untuk memberikan wawasan dan keterampilan praktis guna mengurangi risiko kecelakaan kerja di laut.

Turut hadir dalam kegiatan ini Lurah Sumpang Binangae, Badaruddin, yang dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada tim PKM Unhas atas edukasi yang sangat bermanfaat bagi warganya.

“Kami sangat bersyukur atas kegiatan ini karena memberikan bekal pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat nelayan kami. Terima kasih kepada tim Unhas atas perhatiannya,” ujar Badaruddin.

Prof. Syamsiar selaku ketua tim menyampaikan harapan agar edukasi ini dapat meningkatkan kesadaran keselamatan nelayan saat menyelam maupun melaut, serta membentuk kebiasaan kerja yang lebih aman.

Edukasi Komprehensif dan Berbasis SDGs

Dalam sesi materi pertama, Prof. Dr. Lalu Muhammad Saleh, SKM., M.Kes menyoroti pentingnya perlindungan terhadap pekerja informal seperti nelayan yang berkontribusi besar dalam ketahanan pangan laut nasional.

Ia menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja harus menjadi prioritas bersama dan selaras dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan nomor 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).

Sesi berikutnya oleh Prof. Syamsiar memberikan pemahaman praktis tentang pertolongan pertama pada kecelakaan laut, seperti penanganan korban tenggelam dan cedera kerja. Materi ini dinilai sangat penting mengingat terbatasnya akses layanan kesehatan di tengah laut.

Adapun sesi terakhir yang dibawakan oleh Dr. Agus Bintara Birawida, S.Kel., M.Kes mengangkat topik teknik menyelam yang aman. Peserta dijelaskan bagaimana cara menyelam secara benar untuk menghindari risiko kecelakaan, sekaligus menjaga kelestarian ekosistem laut. Materi ini mendukung SDG 14 (Ekosistem Laut) dengan menekankan pentingnya praktik menyelam yang tidak merusak lingkungan.

Kolaborasi Lintas Sektor

Kegiatan edukasi ini diakhiri dengan penyerahan plakat kepada mitra, sesi foto bersama, serta pengisian post-test sebagai bentuk evaluasi pemahaman peserta. Selain memperkuat kapasitas individu, kegiatan ini menjadi bukti pentingnya kemitraan antara akademisi, pemerintah lokal, dan masyarakat sebagaimana ditekankan dalam SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

“Kami berharap kegiatan ini bisa memunculkan kesadaran kolektif bahwa keselamatan kerja adalah bagian dari pembangunan berkelanjutan yang inklusif dan berpihak pada kelompok pekerja rentan seperti nelayan,” tegas Prof. Syamsiar.

Program PKM ini terselenggara atas dukungan dana dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unhas Tahun 2025. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus digalakkan demi menciptakan ekosistem kerja yang lebih aman, sehat, dan produktif bagi para nelayan Indonesia.(**)

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending