Terhubung dengan kami

Pemkot Makassar

Ali Gauli Arif: Relokasi Pedagang Adalah Solusi, Bukan Penertiban Semata

Dipublikasikan

pada

KATADIA MAKASSAR, || Komitmen Perusahaan Daerah (Perumda) Pasar Makassar Raya dalam menciptakan lingkungan pasar yang tertib, nyaman, dan layak terus ditunjukkan melalui langkah konkret di lapangan.

Salah satunya adalah proses relokasi ratusan pedagang yang sebelumnya berjualan di badan jalan ke dalam kawasan pasar resmi.

Plt Direktur Utama Perumda Pasar Makassar Raya, Ali Gauli Arif, mengungkapkan bahwa lebih dari 400 pedagang yang sebelumnya berjualan di sepanjang Jalan Sawit, Jalan Labu, hingga kawasan kanal Andi Tonro telah disepakati untuk direlokasi ke Pasar Terong dan Pasar Pa’baeng-baeng.

“Ini bukan semata penertiban, tapi bagian dari penataan bersama. Kami bersinergi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang yang akan merevitalisasi kanal dan jembatan.

Maka, kami dari Perumda Pasar harus mendukung agar ekonomi para pedagang tetap berjalan,” jelas Ali Gauli.

Sebagai bentuk keseriusan, sekitar 400 lods telah disiapkan di lantai satu Pasar Terong, ditambah ratusan lods lainnya di Pasar Pa’baeng-baeng.

Untuk memastikan kenyamanan, proses penataan dan pembersihan dilakukan secara intensif, bahkan setiap hari Jumat digelar kerja bakti melibatkan pegawai Perumda Pasar, Satgas kebersihan, serta pihak kecamatan dan kelurahan.

“Memang tidak mudah, banyak dinamika di awal. Tapi kami terus berupaya. Tempat yang disiapkan harus benar-benar bersih, tertata, dan layak untuk ditempati,” tambahnya.

Relokasi ini tidak hanya dimaknai sebagai pemindahan fisik pedagang dari badan jalan ke dalam pasar, tetapi juga sebagai gerakan kolektif membangun kesadaran akan pentingnya ketertiban, kenyamanan, dan keberlanjutan ekonomi lokal.

“Kami hadir bukan untuk menggusur, tapi untuk memberi solusi. Para pedagang kami harapkan pindah bukan karena terpaksa, tapi karena sadar bahwa tempat baru lebih aman, nyaman, dan menjanjikan bagi usaha mereka,” tegas Ali Gauli.

Perumda Pasar menargetkan seluruh proses relokasi ini rampung dalam bulan Juli 2025. Pendekatan humanis dan persuasif terus diutamakan, dengan menggandeng seluruh elemen, mulai dari OPD, aparat kecamatan dan kelurahan, hingga tokoh masyarakat setempat.

Langkah ini diharapkan mampu menciptakan pasar yang lebih terorganisir dan inklusif, serta menjadikan pasar tradisional sebagai pusat ekonomi rakyat yang berkelanjutan dan berdaya saing.(**)

 

 

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending