KATADIA SINJAI || Memasuki hari kedelapan pelaksanaan Operasi Patuh Pallawa 2025, Satuan Lalu Lintas Polres Sinjai telah mengeluarkan sebanyak 50 lembar bukti pelanggaran (tilang) manual.
Operasi yang digelar sejak 14 Juli dan akan berlangsung hingga 27 Juli mendatang ini menyasar pengendara yang melakukan pelanggaran lalu lintas secara kasat mata.
Kasat Lantas Polres Sinjai, Iptu H. Sukri Liwang, S.Sos., M.H., menyampaikan bahwa pelanggaran yang ditemukan didominasi oleh pengendara yang tidak menggunakan helm standar SNI dan kendaraan tanpa Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) yang sesuai spesifikasi teknis dan melawan arus yang dapat membahayakan pengguna jalan.
“Pelanggar yang terjaring berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, masyarakat umum, hingga orang dewasa,” ujarnya. Pada Senin 21 Juli 2025
Operasi ini merupakan bagian dari upaya menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas), sekaligus rangkaian pasca peringatan Hari Bhayangkara 2025. Tahun ini, operasi mengusung tema “Tertib Berlalu Lintas Demi Terwujudnya Indonesia Emas.”
Adapun tujuh sasaran prioritas pelanggaran dalam Operasi Patuh Pallawa 2025, antara lain:
1. Menggunakan handphone saat mengemudi/berkendara
2. Mengemudi di bawah umur
3. Tidak menggunakan helm SNI dan sabuk keselamatan
4. Berkendara dalam pengaruh alkohol
5. Melawan arus lalu lintas
6. TNKB tidak sesuai spesifikasi teknis
7. Melebihi batas kecepatan maksimal
Meski masih ditemui pelanggaran, Iptu Sukri menilai jumlahnya mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Hal ini, menurutnya, tidak lepas dari intensitas sosialisasi yang dilakukan oleh pihak Satlantas dan Tim Kamseltibcar kepada masyarakat, termasuk di sekolah-sekolah dalam program Polri go to school
“Penurunan ini hasil dari upaya edukatif kami yang rutin turun ke lapangan. Kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa keselamatan di jalan bukan hanya tanggung jawab petugas, tapi juga kewajiban bersama,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan, pelanggaran sekecil apa pun dapat membahayakan nyawa diri sendiri dan orang lain. Karena itu, pihaknya mengimbau agar seluruh lapisan masyarakat lebih patuh terhadap aturan dan rambu lalu lintas.
Dengan Operasi Patuh Pallawa 2025, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya tertib berlalu lintas semakin meningkat, seiring dengan terbentuknya generasi yang disiplin dan bertanggung jawab di jalan raya.(**)