Terhubung dengan kami

Makassar

Kemandirian UMKM dan Kualitas Car Free Day Boulevard Panakkukang: Sebuah Langkah Maju

Dipublikasikan

pada

Car Free Day

KATADIA MAKASSAR  || Pembentukan Forum UMKM/Pedagang Car Free Day (CFD) Boulevard di Kecamatan Panakkukang pada tanggal 31 Juli 2025 menandai sebuah langkah progresif dalam pengelolaan ruang publik dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Inisiatif yang diresmikan dalam Rapat Koordinasi di Hotel Myko ini, melibatkan Camat Panakkukang Muhammad Ari Fadli, Sekcam Rendra, Tripilar Kelurahan Masale, dan Ketua LPM Kelurahan Masale, menunjukkan komitmen nyata pemerintah kecamatan dalam mendorong kemandirian para pelaku UMKM.

Penunjukan Ketua Forum ini menandai peralihan pengelolaan CFD Boulevard dari pengawasan langsung pemerintah menuju pengelolaan mandiri, namun tetap berada di bawah pengawasan yang bertanggung jawab.

Langkah ini memiliki implikasi yang signifikan. Selama ini, pengelolaan CFD seringkali menghadapi tantangan dalam hal ketertiban, kebersihan, dan kualitas pelayanan.

Dengan memberikan tanggung jawab pengelolaan kepada para pelaku UMKM sendiri, diharapkan akan tercipta rasa memiliki dan tanggung jawab yang lebih besar.

Para pedagang akan memiliki insentif untuk menjaga kebersihan, ketertiban, dan kualitas produk mereka, karena keberhasilan CFD Boulevard secara langsung berdampak pada keberhasilan usaha mereka.

Hal ini sejalan dengan prinsip pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang menekankan pada peningkatan kapasitas dan kemandirian pelaku usaha kecil dan menengah.

Namun, keberhasilan model pengelolaan mandiri ini sangat bergantung pada beberapa faktor kunci. Pertama, perlu adanya pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan bagi anggota forum.

Pelatihan ini tidak hanya mencakup manajemen usaha, tetapi juga manajemen pengelolaan ruang publik, seperti kebersihan, keamanan, dan tata kelola.

Kedua, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan forum harus dijamin. Sistem pengawasan yang efektif dari Pemerintah Kecamatan Panakkukang sangat krusial untuk memastikan pengelolaan yang bertanggung jawab dan mencegah potensi penyimpangan.

Ketiga, partisipasi aktif dari seluruh stakeholder, termasuk masyarakat luas, sangat penting untuk keberhasilan program ini. Keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan ketertiban CFD Boulevard akan memperkuat rasa memiliki dan tanggung jawab bersama.

Secara keseluruhan, pembentukan Forum UMKM/Pedagang CFD Boulevard di Kecamatan Panakkukang merupakan langkah yang patut diapresiasi.

Model pengelolaan mandiri ini berpotensi untuk meningkatkan kualitas CFD Boulevard, memberdayakan UMKM lokal, dan menciptakan ruang publik yang lebih aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Namun, keberhasilannya bergantung pada komitmen dan kerja sama semua pihak yang terlibat, serta adanya pengawasan dan evaluasi yang berkelanjutan.

Semoga inisiatif ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengelolaan ruang publik dan pemberdayaan ekonomi lokal.(**)

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending