KATADIA BARRU || Desa Siddo kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan meraih penghargaan dalam ajang Peacemaker Justice Award (PJA) 2025 yang digelar oleh Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.
Penghargaan prestisius ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata Desa Siddo dalam memperkuat pelayanan hukum di tingkat desa serta mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dari total 1.380 peserta yang mengikuti seleksi nasional, hanya 130 Kepala Desa dan Lurah dari seluruh Indonesia yang berhasil lolos dan menerima penghargaan ini, termasuk lima perwakilan dari Provinsi Sulawesi Selatan. Desa Siddo menjadi satu-satunya wakil dari Kabupaten Barru yang berhasil menembus seleksi nasional.
Pencapaian ini semakin menegaskan komitmen dan peran aktif Desa Siddo dalam membangun lingkungan hukum yang inklusif, humanis, dan berkeadilan.
“Tentu pencapaian ini tidak terlepas dari partisipasi, dukungan, dan doa dari semua pihak yang terlibat. Kami berharap bisa terus melaju dan lolos ke tahap seleksi Top 3 di Jakarta,” ungkap Kepala Desa Siddo, Khairul Rijal, ST, pada Senin (4/8/2025).
Ajang PJA sendiri merupakan program tahunan yang digagas BPHN Kemenkumham untuk meningkatkan kapasitas hukum aparat desa dan kelurahan. Tujuan utamanya adalah mendorong peran aktif Kepala Desa dan Lurah dalam menyelesaikan persoalan hukum secara preventif dan edukatif.
Kantor Wilayah Kemenkumham Sulawesi Selatan turut menggelar rangkaian sosialisasi kepada seluruh Kepala Desa dan Lurah se-Provinsi Sulsel. Dalam kegiatan tersebut, ditegaskan pentingnya peran strategis paralegal non-advokat di desa dalam mendampingi masyarakat menyelesaikan permasalahan hukum secara damai dan proporsional.
Desa Siddo dinilai unggul dalam aktualisasi berbagai inisiatif sesuai kriteria penilaian PJA, terutama dalam upaya penyelesaian sengketa secara non-litigasi.
Kepala Desa Khairul Rijal, ST sendiri sebelumnya telah mengantongi gelar Non Litigation Peacemaker (NLP), sebuah penghargaan khusus bagi pemimpin desa/lurah yang mampu menyelesaikan konflik hukum di tengah masyarakat tanpa harus melalui jalur pengadilan.
“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memperkuat pelayanan hukum di desa. Kami percaya, keadilan harus bisa diakses oleh semua warga tanpa terkecuali,” lanjut Khairul.
Dengan capaian ini, Desa Siddo diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di seluruh Indonesia dalam membangun sistem hukum yang responsif, adil, dan berpihak kepada masyarakat.
Sebagai penutup, Khairul Rijal menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang telah mendukung pencapaian ini.
“Terima kasih kepada seluruh warga Desa Siddo atas partisipasi, dukungan, dan doa. Kita telah bersama-sama membawa nama Desa Siddo ke panggung nasional. Semoga ini adalah awal dari langkah-langkah besar selanjutnya,” tutupnya.