Kab Barru
Halaqah Nasional dan Tasyakuran 40 Tahun Kepemimpinan Gurutta Faried Warnai DDI Mangkoso
Dipublikasikan
11 bulan lalupada
Oleh
anjasabdullah

KATADIA BARRU || Ribuan jamaah, santri, dan tamu undangan memadati kompleks Pondok Pesantren DDI Mangkoso Kampus 3 Bululampang, Rabu (6/8/2025), dalam rangkaian acara Halaqah Nasional, Tasyakuran 40 Tahun Kepemimpinan A.G. Prof. Dr. H. M. Faried Wajedy, Lc., MA, serta Haul ke-40 Almarhum A.G.H. Amberi Said, ulama besar dan pendiri DDI Mangkoso.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peresmian Toserba Terpadu sebagai bentuk nyata pemberdayaan ekonomi umat yang dikelola oleh pesantren.
Acara berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan, mempertemukan para tokoh nasional, ulama besar, alumni, santri, hingga masyarakat umum dari berbagai daerah.
Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., hadir mewakili Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi DDI Mangkoso dalam membangun peradaban umat melalui pendidikan dan ekonomi.
“Cita-cita Gurutta Faried untuk menjadikan DDI Mangkoso sebagai pesantren terbesar di kawasan Indonesia Timur, Insya Allah dapat kita wujudkan bersama. Kuncinya adalah komitmen dan kontribusi kita semua,” ujar Wakil Bupati.
Menurutnya, DDI Mangkoso bukan sekadar lembaga pendidikan, tetapi juga motor penggerak kemandirian ekonomi umat, yang hari ini dibuktikan melalui peresmian Toserba Terpadu.
“Kami menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada keluarga besar DDI yang konsisten menjaga nilai-nilai keagamaan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat,” tambahnya.
Penguatan Ekonomi dan Spirit Keulamaan
Dalam kegiatan tersebut, Hj. Fatimah Kalla meresmikan langsung Toserba Terpadu, didampingi Imelda Yusuf Kalla, mewakili H. M. Yusuf Kalla. Toserba ini menjadi simbol integrasi antara pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan ekonomi pesantren.
Acara tasyakuran 40 tahun kepemimpinan Gurutta Faried Wajedy diisi dengan tausyiah khusus oleh Dr. TGB. Zainul Majdi, Lc., MA, Ketua Umum PB Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah dan Gubernur NTB periode 2008–2018. Ia mengangkat tema kepemimpinan spiritual dan transformasi lembaga keumatan berbasis nilai Islam.
Sejumlah tokoh nasional juga memberikan testimoni menyentuh tentang sosok Gurutta Faried:
Dr. KH. Syairozi Dimyati, Pimpinan Ponpes Cabang Al-Azhar,
Dr. KH. Anas Al Hifli, SE, M.Si. (Gus Anas), Direktur Perekonomian Ponpes Sunan Drajat,
H. Arham Basit, Lc, Ketua Umum PP. IADI Mangkoso,
Dr. Fatmawati Hilal, alumni DDI Mangkoso, yang membacakan puisi refleksi kepemimpinan Gurutta.
Warisan Ulama dan Harapan Masa Depan
Haul ke-40 Almarhum A.G.H. Amberi Said, pendiri DDI Mangkoso, menjadi momen napak tilas perjuangan dan dedikasi sang ulama dalam membangun pesantren yang kini telah meluas hingga ke berbagai daerah, dengan ribuan alumni tersebar di seluruh Indonesia.
Peringatan ini sekaligus menegaskan eksistensi DDI Mangkoso sebagai pusat pendidikan Islam yang mampu beradaptasi dengan tantangan zaman tanpa kehilangan akar tradisi dan keilmuannya.
Acara berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan, menegaskan bahwa DDI Mangkoso tetap menjadi mercusuar keilmuan dan peradaban Islam di kawasan timur Indonesia.


DPMPTSP Makassar Ingatkan Pelaku Usaha Segera Laporkan LKPM Periode Juli 2026

PDAM Makassar Siapkan Tiga Solusi Atasi Krisis Air Bersih

Lapas Narkotika Sungguminasa Beri Penghargaan Pegawai Berprestasi Triwulan II 2026

Trending
Makassar6 hari lalu35 Pelaku UMKM Wisata Kuliner Danau Tanjung Bunga Selatan Berharap Solusi, Bukan Pembongkaran
Internasional3 minggu laluJamaah Haji Barru Melangitkan Doa dari Mekkah untuk Masyarakat dan Daerah
Nasional3 minggu laluSyamsuddin Rasyid,alumni Ekonomi Koperasi UNM 1998 Terpilih Memimpin Pokjawas Madrasah Nasional






