Terhubung dengan kami

Kab.Gowa

Lapas Narkotika Sungguminasa Terima Mahasiswa UIN Alauddin untuk PKL dan PTK

Dipublikasikan

pada

Lapas Narkotika Sungguminasa menerima sembilan mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar,

KATADIA GOWA || Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Sungguminasa kembali mempertegas komitmennya dalam membangun keterbukaan serta menjalin sinergi dengan dunia akademisi. Kali ini, Lapas Narkotika Sungguminasa menerima sembilan mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam, yang akan melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan Praktik Tugas Keilmuan (PTK).

Rombongan mahasiswa tersebut hadir bersama dosen pembimbing, Dr. A. Syahraeni, dan diterima langsung oleh Kalapas Narkotika Sungguminasa, Gunawan, didampingi Kasubbag Tata Usaha Anwar serta Kasi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) Dian Eka Junianto.

Dalam sambutannya, Kalapas Gunawan menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas kegiatan akademik ini.

“Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan dunia pendidikan. Apa yang dipelajari di kampus hendaknya bisa diterapkan dan disalurkan kepada warga binaan, khususnya dalam pembinaan rohani maupun bimbingan mental. Ilmu yang dimiliki mahasiswa dapat menjadi tambahan energi positif bagi program pembinaan di Lapas,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. A. Syahraeni selaku dosen pembimbing mengungkapkan rasa terima kasih atas penerimaan yang baik dari pihak Lapas.

“Kami sangat berterima kasih karena mahasiswa kami diterima dengan terbuka. Semoga kerja sama ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi bisa terus berkesinambungan sehingga mahasiswa dapat berkontribusi, sekaligus mendapatkan pengalaman lapangan yang berharga,” ungkapnya.

Melalui program ini, para mahasiswa diharapkan dapat menerapkan ilmu keislaman dan bimbingan penyuluhan secara langsung kepada warga binaan, sekaligus memperluas pemahaman tentang pentingnya pendekatan humanis dalam pembinaan di lembaga pemasyarakatan.

Lapas Narkotika Sungguminasa menegaskan bahwa keberhasilan pemasyarakatan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi. Dengan sinergi tersebut, pembinaan diharapkan dapat berjalan lebih humanis, religius, dan berkelanjutan.

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending