KATADIA MAKASSAR || UPT SPF SD Negeri Bitoa melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) sekaligus seminar rancangan proyek transformasi pendidikan di ruang kelas 4 sekolah tersebut. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru serta turut melibatkan orang tua siswa sebagai bentuk kolaborasi dalam mendukung kemajuan sekolah.
Kepala UPT SPF SD Negeri Bitoa, Ikbal, S.Pd., menjelaskan bahwa proyek transformasi ini merupakan tugas akhir dari rangkaian kegiatan pelatihan BCKS dan menjadi salah satu syarat terbitnya sertifikat pelatihan.
“Melalui FGD ini, kami tidak hanya mendiskusikan rancangan proyek transformasi, tetapi juga mengajak orang tua untuk terlibat aktif dalam memberi masukan. Harapannya, hasil yang dicapai benar-benar sesuai dengan kebutuhan sekolah dan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran,” ujar Ikbal.
Pelatihan BCKS sendiri dilaksanakan selama 17 hari dengan dua metode, yakni daring dan luring (offline). Tahap daring berlangsung selama 7 hari, mulai 24–30 Agustus 2025. Selanjutnya tahap luring dilaksanakan dalam dua periode, yakni pada 31 Agustus–9 September (10 hari) dan dilanjutkan pada 10–19 September (10 hari) yang difokuskan untuk penyelesaian proyek transformasi.
Kegiatan ini menjadi ruang berbagi gagasan antara guru dan orang tua dalam menyusun konsep proyek yang diharapkan mampu melahirkan inovasi nyata di sekolah. Dengan adanya keterlibatan berbagai pihak, transformasi pendidikan yang dicanangkan tidak hanya berorientasi pada teori, melainkan memberikan dampak langsung kepada peserta didik.
Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya diskusi, mulai dari penyampaian ide, pembahasan rancangan proyek, hingga penyusunan langkah implementasi. Hasil dari seminar ini nantinya akan dijadikan acuan dalam pelaksanaan proyek transformasi di SD Negeri Bitoa.