KATADIA GOWA || Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Sungguminasa terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pembinaan dan pemulihan kepada warga binaan. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan asesmen rehabilitasi bagi warga binaan baru yang dilaksanakan di Ruang Klinik Syekh Yusuf, Kamis (30/10/2025).
Kegiatan asesmen ini merupakan bagian dari program rehabilitasi penyalahguna narkotika yang rutin dilakukan di Lapas Narkotika Sungguminasa. Tujuannya untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi fisik, psikologis, sosial, dan tingkat ketergantungan terhadap zat pada warga binaan, yang nantinya menjadi dasar penyusunan rencana layanan rehabilitasi sesuai kebutuhan masing-masing individu.
Pelaksanaan asesmen dilakukan oleh tim petugas klinik Lapas Narkotika Sungguminasa, sebagai langkah awal dalam proses rehabilitasi. Proses ini menggunakan instrumen Addiction Severity Index (ASI), yang menilai berbagai aspek mulai dari kondisi fisik hingga perilaku penggunaan zat, guna memastikan penanganan yang tepat dan terukur.
Sebanyak 12 warga binaan baru mengikuti kegiatan asesmen kali ini. Seluruh peserta akan menjalani tahapan program rehabilitasi secara bertahap sesuai hasil asesmen individu. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar, serta mendapat pendampingan penuh dari petugas klinik yang kompeten di bidangnya.
Kalapas Narkotika Sungguminasa, Gunawan, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan asesmen yang berjalan dengan baik dan penuh komitmen dari seluruh tim pelaksana.
“Asesmen ini merupakan langkah awal yang sangat penting dalam proses rehabilitasi. Dengan memahami kondisi setiap warga binaan secara menyeluruh, kita dapat memberikan layanan yang tepat sasaran dan berdampak nyata bagi pemulihan mereka.
Melalui program ini, kami berharap warga binaan dapat kembali ke masyarakat dengan pola pikir dan perilaku yang lebih sehat serta siap menjalani kehidupan yang produktif,” ujar Gunawan.
Lebih lanjut, Gunawan menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Lapas Narkotika Sungguminasa dalam mendukung pelaksanaan rehabilitasi yang profesional, humanis, dan berorientasi pada pemulihan. Semangat pemasyarakatan yang membina dan memberdayakan menjadi landasan utama dalam setiap kegiatan pembinaan di lingkungan Lapas.
Dengan adanya asesmen rehabilitasi ini, diharapkan program pemulihan di Lapas Narkotika Sungguminasa dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan dalam proses menuju kehidupan yang lebih baik.(**)