Terhubung dengan kami

Pendidikan

SD Muhammadiyah Makassar Gaungkan Gerakan Ayo GASS, Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini

Dipublikasikan

pada

Gerakan Ayo GASS (Gerakan Amal Sedekah Sampah) di SD Muhammadiyah Makassar mendorong siswa lebih peduli lingkungan melalui pengelolaan sampah dan daur ulang botol bekas

KATADIA MAKASSAR || SD Muhammadiyah Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan berwawasan ekologis melalui kegiatan Ayo GASS (Gerakan Amal Sedekah Sampah).

Program ini mengajak para siswa untuk aktif memilah dan mengumpulkan botol bekas yang nantinya akan didaur ulang menjadi produk bernilai guna. Kamis 27 November 2025

Koordinator Bank Sampah SD Muhammadiyah Makassar, Fatmawati S.Pd., G.r, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya sekadar aksi pengumpulan sampah, tetapi juga media pembelajaran untuk menanamkan pola pikir baru kepada siswa mengenai nilai sampah yang dapat dikelola.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat, dapat mengajarkan siswa arti menilai sampah yang bisa didaur ulang. Mereka belajar bahwa sampah bukan sekadar limbah, tetapi bisa menjadi sesuatu yang bernilai,” tuturnya.

Senada dengan itu, Ketua Adiwiyata SD Muhammadiyah Makassar, Rian Rezkyawan Saedin S.Pd., G.r, menegaskan bahwa kegiatan Ayo GASS merupakan bagian dari gerakan berkelanjutan dalam mewujudkan sekolah yang ramah lingkungan dan mendukung pencapaian predikat sekolah sehat Adiwiyata tingkat provinsi.

“Kegiatan Amal Sedekah Sampah ini akan kami terus genjot untuk menyadarkan siswa arti pentingnya mengelola sampah. Program ini juga mendukung sekolah kita yang akan maju ke sekolah sehat Adiwiyata Provinsi,” tegasnya.

Melalui gerakan ini, sekolah berharap kesadaran siswa terhadap pengelolaan sampah semakin meningkat, sehingga tercipta budaya peduli lingkungan yang tidak hanya diterapkan di sekolah, tetapi juga di rumah dan lingkungan sekitar.

Ayo GASS kini menjadi salah satu program unggulan SD Muhammadiyah Makassar dalam mencetak generasi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan, sekaligus memperkuat langkah sekolah menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.(**)

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending