KATADIA BONE || Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Watampone melaksanakan kegiatan Tanam Raya di lingkungan lapas sebagai bentuk kepedulian terhadap pemanfaatan lahan sekaligus dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (16/12).
Kegiatan Tanam Raya diikuti langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Lapas Kelas IIA Watampone bersama pejabat struktural dan seluruh pegawai. Sejak pagi hari, para peserta secara bersama-sama melakukan pengolahan lahan, penanaman bibit, hingga penataan area tanam di sekitar lingkungan lapas.
Adapun jenis tanaman yang ditanam dalam kegiatan tersebut meliputi terong, cabai, kangkung, dan sawi. Pemilihan komoditas tersebut disesuaikan dengan kondisi lahan serta memiliki nilai manfaat tinggi dalam mendukung kebutuhan pangan.
Plt. Kepala Lapas Kelas IIA Watampone, Ashari, menyampaikan bahwa kegiatan Tanam Raya ini merupakan bagian dari upaya mendukung 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada sektor ketahanan pangan.
“Tanam raya dengan jenis tanaman terong, cabai, kangkung, dan sawi ini kami lakukan dalam rangka menyukseskan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, yang salah satunya adalah ketahanan pangan. Ke depannya, akan dilaksanakan panen raya dan program ini akan dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Ashari.
Ia menambahkan bahwa program ketahanan pangan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat yang luas, tidak hanya bagi institusi pemasyarakatan, tetapi juga bagi warga binaan dan masyarakat sekitar.
“Program ketahanan pangan ini akan sangat bermanfaat, baik untuk pembinaan kepribadian warga binaan maupun bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.
Seluruh rangkaian kegiatan Tanam Raya berlangsung tertib, aman, dan lancar. Para pegawai tampak antusias dan berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan kegiatan hingga selesai.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Watampone menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan secara produktif serta mendukung program pembinaan dan ketahanan pangan secara berkelanjutan.