Terhubung dengan kami

PERISTIWA

Basarnas Makassar Kerahkan Pos SAR Bone Cari Nelayan Jatuh di Perairan Taka Limpoge Sinjai

Dipublikasikan

pada

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar mengerahkan personel Pos SAR Bone untuk melakukan operasi pencarian terhadap seorang nelayan yang diduga terjatuh dari kapal di perairan Taka Limpoge,

KATADIA SINJAI || Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar mengerahkan personel Pos SAR Bone untuk melakukan operasi pencarian terhadap seorang nelayan yang diduga terjatuh dari kapal di perairan Taka Limpoge, Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Korban diketahui bernama Muhammad Ali (20), seorang nelayan yang dilaporkan hilang saat melaut menggunakan kapal KM 3 Putri 77. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 31 Januari, sekitar pukul 06.30 WITA, ketika kapal bertolak dari Pelabuhan Lappa untuk melakukan aktivitas penangkapan ikan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat kapal hendak melepaskan jangkar di area rompon di perairan Taka Limpoge. Korban diduga terjatuh ke laut ketika berjalan di sisi kapal. Saat itu, korban diperkirakan menuju ke bagian belakang kapal untuk buang air kecil sebelum akhirnya terjatuh ke perairan.

Upaya pencarian awal telah dilakukan oleh pihak keluarga bersama masyarakat setempat. Namun hingga sore hari, korban belum berhasil ditemukan. Atas kejadian tersebut, keluarga korban kemudian melaporkan insiden ini kepada Basarnas Makassar. Informasi resmi diterima Basarnas pada 31 Januari pukul 16.10 WITA.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar, Muhammad Arif Anwar, S.Sos., M.M., mengatakan bahwa pihaknya langsung merespons laporan tersebut dengan mengerahkan personel ke lokasi kejadian.

“Setelah menerima informasi dari pihak keluarga korban, kami segera mengerahkan personel Pos SAR Bone menuju Sinjai untuk melaksanakan operasi pencarian. Tim akan berkoordinasi dengan instansi terkait serta masyarakat setempat guna kelancaran proses pencarian,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan operasi SAR dilakukan dengan tetap mempertimbangkan kondisi cuaca dan perairan di sekitar lokasi kejadian.

“Meskipun kondisi cuaca di lokasi terpantau berawan, kami berharap korban dapat segera ditemukan. Operasi SAR akan terus dilaksanakan secara maksimal dengan mengutamakan keselamatan tim di lapangan,” tambahnya.

Dalam operasi pencarian ini, sejumlah unsur SAR turut dilibatkan, di antaranya Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polairud Sinjai, BPBD Sinjai, Tagana, Brimob, masyarakat setempat, serta potensi SAR lainnya guna memperluas area pencarian dan mempercepat proses evakuasi.

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending