Terhubung dengan kami

PERISTIWA

Dua Pendaki Darurat di Gunung Bulubaria, Basarnas Makassar Lakukan Evakuasi

Dipublikasikan

pada

Tim SAR Gabungan melakukan operasi penyelamatan terhadap dua pendaki perempuan yang mengalami kondisi darurat saat melakukan pendakian di Gunung Bulubaria, Kabupaten Gowa.

KATADIA GOWA || Tim SAR Gabungan melakukan operasi penyelamatan terhadap dua pendaki perempuan yang mengalami kondisi darurat saat melakukan pendakian di Gunung Bulubaria, Kabupaten Gowa.

Operasi evakuasi dilakukan setelah Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar menerima laporan adanya pendaki yang membutuhkan bantuan medis, Sabtu (23/5/2026) malam.

Informasi kondisi membahayakan manusia tersebut diterima sekitar pukul 22.45 WITA dari Mustain, anggota Tim Rescue Bulubaria yang berada di lokasi pendakian.

Berdasarkan laporan yang diterima, dua pendaki yang membutuhkan pertolongan diketahui bernama Azizah (24) dan Sumaya (25). Azizah dilaporkan mengalami cedera pada kaki dan berada di Pos 4 Gunung Bulubaria, sedangkan Sumaya mengalami serangan asma saat berada di Pos 8 yang lokasinya lebih tinggi.

Kedua korban membutuhkan evakuasi medis segera karena kondisi fisik mereka serta medan pendakian yang cukup berat dan tidak memungkinkan untuk turun secara mandiri.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan tim rescue setelah menerima laporan dari lapangan.

“Kami telah menerima laporan terkait adanya dua pendaki perempuan yang membutuhkan pertolongan di Gunung Bulubaria. Satu korban mengalami cedera kaki dan satu lagi mengalami asma. Tim rescue langsung kami instruksikan untuk bergerak menuju lokasi guna melakukan penanganan dan evakuasi,” ujarnya.

Mengingat operasi dilakukan pada malam hari serta posisi kedua korban berada di titik yang berbeda, Tim SAR Gabungan menerapkan strategi evakuasi dengan membagi personel ke beberapa tim agar proses penyelamatan dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.

Selain personel Basarnas Makassar, operasi penyelamatan juga melibatkan Tim Rescue Bulubaria, Mapala UMI, unsur potensi SAR lainnya, serta masyarakat setempat yang turut membantu proses evakuasi di medan pegunungan yang menantang.

Kerja sama lintas unsur tersebut menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan korban, terutama karena kondisi cuaca dan jalur pendakian yang cukup sulit dilalui pada malam hari.

Hingga berita ini diturunkan, Tim SAR Gabungan masih melakukan proses evakuasi kedua pendaki menuju titik aman. Setelah berhasil dievakuasi, korban akan diserahkan kepada tim medis untuk mendapatkan penanganan dan perawatan lebih lanjut.(**)

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending