Pemkot Makassar
KLH Apresiasi Pemkot Makassar, Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan dari Hulu hingga TPA Antang
Dipublikasikan
5 bulan lalupada
Oleh
anjasabdullah

KATADIA MAKASSAR || Pemerintah Kota Makassar mendapat dorongan sekaligus apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) atas langkah-langkah pembenahan kebersihan kota dan penataan pengelolaan sampah secara berkelanjutan, khususnya pengurangan beban sampah sejak dari rumah tangga sebelum masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang.
Apresiasi tersebut disampaikan Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku Kementerian Lingkungan Hidup (Pusdal LH SUMA-KLH), Dr. Azri Rasul, saat melakukan audiensi dengan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di kediaman Wali Kota Makassar, Kamis (22/1/2026).
Azri menjelaskan, pertemuan tersebut membahas berbagai langkah strategis untuk meningkatkan kebersihan Kota Makassar, termasuk pengelolaan sampah di TPA Antang agar berjalan secara berkelanjutan dan sesuai ketentuan lingkungan.
“Kami membahas banyak hal soal kebersihan di Makassar. Tujuannya adalah mengurangi beban sampah dengan memulai pengelolaan dari rumah sebelum masuk ke TPA,” ujar Azri.
Ia menilai, dalam beberapa bulan terakhir, kepemimpinan Wali Kota Makassar telah menunjukkan perkembangan signifikan, khususnya dalam sektor kebersihan dan pembenahan tata kelola lingkungan.
“Sudah banyak perkembangan yang dilakukan Pak Wali terkait pembenahan kota. Melalui Dinas Lingkungan Hidup, pembenahan dilakukan dengan mengikuti ketentuan sebagaimana layaknya kota yang bersih,” katanya.
Menurut Azri, pengelolaan sampah tidak boleh hanya terfokus di hilir atau TPA, melainkan harus dimulai dari hulu, yakni dari sumber sampah itu sendiri. Salah satu upaya yang didorong adalah pengaktifan kembali Bank Sampah Unit (BSU) di tingkat masyarakat serta optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Sementara berbasis reduce, reuse, recycle (TPS 3R).
“Mulai dari sumbernya, bagaimana menghidupkan Bank Sampah Unit, mengaktifkan TPS 3R, hingga pembenahan pengelolaan sampah di TPA. Saya melihat ini sudah mulai berjalan,” ungkapnya.
Selain itu, Azri menekankan pentingnya fasilitas pengolahan sampah di bagian tengah, seperti Material Recovery Facility (MRF), yang mencakup TPS 3R, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), serta Bank Sampah Induk atau Bank Sampah Pusat. Fokus utama, kata dia, adalah memaksimalkan pengelolaan sampah di hulu dan tengah, sehingga sampah yang masuk ke TPA hanya berupa residu yang tidak lagi dapat diolah.
“Dengan demikian, sampah yang masuk ke TPA nantinya hanya residu. Inilah kunci untuk mengurangi beban TPA Antang secara signifikan,” jelasnya.
Azri juga menyinggung keberadaan insinerator yang sebelumnya mendapat imbauan untuk tidak langsung dioperasikan. Menurutnya, fasilitas tersebut masih memerlukan kajian teknis dan kelengkapan administrasi sebelum dapat digunakan.
“Karena ini teknologi baru, tentu harus dikaji terlebih dahulu. Dokumen harus lengkap, teknisnya diperiksa, apakah sudah memenuhi persyaratan pembakaran sampah sesuai ketentuan,” tegasnya.
Di akhir pertemuan, Azri kembali menegaskan bahwa secara umum telah terlihat adanya peningkatan kebersihan Kota Makassar dalam beberapa waktu terakhir.
“Kelihatannya memang sudah ada peningkatan kebersihan,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar untuk terus melakukan pembenahan di TPA Antang, khususnya dalam upaya mengurangi lendir serta menjaga kebersihan area TPA secara berkelanjutan.
Arahan tersebut disampaikan sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam meningkatkan kualitas pengelolaan sampah dan lingkungan, sekaligus menekan dampak pencemaran akibat penumpukan sampah.
Munafri menegaskan, pembenahan TPA tidak boleh dilakukan secara sporadis, melainkan harus disertai monitoring rutin dan berkelanjutan agar tidak menimbulkan persoalan lingkungan baru.
“Saya minta DLH terus melakukan pembenahan di TPA, termasuk upaya mengurangi lendir dan memastikan kebersihan tetap terjaga. Monitoring harus dilakukan secara konsisten,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir, sehingga beban TPA dapat dikurangi secara bertahap. Menurutnya, TPA harus dikelola dengan standar yang baik agar tidak berdampak pada kesehatan masyarakat dan lingkungan sekitar.
Selain itu, Munafri berharap DLH bersama pihak kecamatan dapat meningkatkan pengawasan terhadap proses pengangkutan dan pengolahan sampah di tingkat rumah tangga, serta memastikan seluruh fasilitas pendukung di TPA berfungsi secara optimal.
“Pengelolaan sampah harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Lingkungan permukiman hingga TPA merupakan satu sistem yang tidak terpisahkan, sehingga kebersihannya harus benar-benar dijaga,” tutupnya. (*)


DPMPTSP Makassar Ingatkan Pelaku Usaha Segera Laporkan LKPM Periode Juli 2026

PDAM Makassar Siapkan Tiga Solusi Atasi Krisis Air Bersih

Lapas Narkotika Sungguminasa Beri Penghargaan Pegawai Berprestasi Triwulan II 2026

Trending
Makassar6 hari lalu35 Pelaku UMKM Wisata Kuliner Danau Tanjung Bunga Selatan Berharap Solusi, Bukan Pembongkaran
Internasional3 minggu laluJamaah Haji Barru Melangitkan Doa dari Mekkah untuk Masyarakat dan Daerah
Nasional3 minggu laluSyamsuddin Rasyid,alumni Ekonomi Koperasi UNM 1998 Terpilih Memimpin Pokjawas Madrasah Nasional






