KATADIA MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan pentingnya kolaborasi strategis antara Pemerintah Kota Makassar, perguruan tinggi, dan kalangan akademisi sebagai fondasi utama dalam memperkuat ketahanan pangan, pengembangan UMKM, serta keberlanjutan sektor pertanian di Kota Makassar.
Penegasan tersebut disampaikan Munafri Arifuddin saat memberikan sambutan pada Pengukuhan Tiga Guru Besar Universitas Bosowa yang digelar di Balai Sidang 45 Universitas Bosowa, Jalan Urip Sumoharjo, Rabu (7/1/2026).
Munafri menyampaikan bahwa tantangan pembangunan perkotaan ke depan semakin kompleks, mulai dari isu ketersediaan pangan, perubahan pola konsumsi masyarakat, hingga keberlanjutan usaha UMKM lokal. Oleh karena itu, peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi dinilai sangat vital dalam menghadirkan solusi berbasis riset dan keilmuan.
“Pemerintah Kota Makassar tidak dapat berjalan sendiri. Diperlukan sinergi yang kuat dengan perguruan tinggi dan para akademisi agar setiap kebijakan pembangunan benar-benar berkelanjutan,” ujar Munafri, didampingi Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa.
Dalam kesempatan tersebut, Munafri juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada tiga guru besar yang dikukuhkan, yang keilmuannya dinilai sangat relevan dengan agenda strategis pembangunan Kota Makassar.
Guru besar pertama, Prof. Ir. Andi Tenri Fitriyah, M.Si., Ph.D., Profesor Bidang Ekonomi Pertanian dengan kepakaran ketahanan dan pola konsumsi pangan alternatif. Keilmuan ini dinilai strategis dalam mendukung penguatan ketahanan pangan perkotaan, pemanfaatan pangan lokal, serta pembangunan sistem pangan yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan global.
Guru besar kedua, Prof. Dr. Chahyono, S.E., M.Si., Profesor Bidang Manajemen dengan kepakaran inovasi manajemen dan keberlanjutan usaha ekonomi. Kontribusi keilmuan ini sangat penting dalam meningkatkan tata kelola organisasi, memperkuat daya saing UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih efisien dan berorientasi keberlanjutan.
Sementara guru besar ketiga, Prof. Ir. Baharuddin, M.Si., Ph.D., merupakan Profesor Bidang Sosial Ekonomi Pertanian dengan kepakaran tata kelola pembangunan pertanian berkelanjutan. Keahlian ini berperan krusial dalam merumuskan kebijakan pembangunan pertanian yang tidak hanya berorientasi pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjamin keadilan sosial dan kelestarian lingkungan.
Menurut Munafri, pengukuhan guru besar ini bukan sekadar pencapaian personal, melainkan momentum penting untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan daerah.
“Gelar Profesor adalah puncak pengabdian akademik. Ini adalah buah dari kerja keras, dedikasi, dan komitmen terhadap pengembangan ilmu pengetahuan,” tuturnya.
Munafri menegaskan bahwa keilmuan para profesor yang dikukuhkan memiliki keterkaitan langsung dengan program strategis Pemerintah Kota Makassar, khususnya pada isu ketahanan pangan, penguatan UMKM, dan pembangunan pertanian berkelanjutan.
Ia menjelaskan bahwa ketahanan pangan menjadi tantangan serius bagi Makassar sebagai kota metropolitan dengan keterbatasan lahan pertanian. Dengan jumlah penduduk sekitar 1,4 juta jiwa, Makassar sangat bergantung pada daerah penyangga untuk pemenuhan kebutuhan pangan.
“Oleh karena itu, dibutuhkan alternatif dan inovasi seperti urban farming, vertical farming, serta pemanfaatan teknologi agar kemandirian pangan dapat terwujud di tingkat rumah tangga,” jelas Munafri.
Selain itu, Munafri juga menyoroti kondisi UMKM di Makassar, di mana sekitar 60 persen masih berada dalam kondisi rentan. Ia menegaskan bahwa UMKM merupakan motor penggerak ekonomi daerah yang harus didukung secara serius agar mampu naik kelas hingga menembus pasar ekspor.
“Saya selalu mengatakan, ujung dari UMKM adalah ekspor. Di sinilah peran akademisi sangat dibutuhkan untuk mendampingi dan merancang strategi bersama,” ungkapnya.
Munafri juga menekankan pentingnya konsep keberlanjutan dalam pembangunan pertanian yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), termasuk pemanfaatan teknologi seperti Internet of Things (IoT) dalam pengembangan pertanian perkotaan.
Di akhir sambutannya, Munafri menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar menempatkan perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam mewujudkan pembangunan kota yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan. Ia berharap Universitas Bosowa terus memperkuat hilirisasi riset dan kolaborasi lintas sektor demi kesejahteraan masyarakat.