KATADIA MAKASSAR || Anggota DPRD Kota Makassar Fraksi Golkar, Drs. Arifin Majid, M.M., yang akrab disapa Armada, kembali melaksanakan reses pada Masa Persidangan Kedua Tahun Sidang 2025–2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) 5 Makassar.
Kegiatan tersebut digelar di Jalan Dahlia Lorong 312, Kelurahan Bontorannu, Kecamatan Mariso, Kamis (12/02). Dalam agenda tersebut, Armada tidak hanya menyerap aspirasi, tetapi juga langsung menanggapi berbagai keluhan yang disampaikan warga.
Tokoh masyarakat sekaligus Ketua RT setempat menyampaikan sejumlah persoalan yang menjadi perhatian warga, antara lain:
-
Kepesertaan BPJS warga yang dinonaktifkan dan menjadi persoalan serius ketika membutuhkan layanan rumah sakit.
-
Program bedah rumah yang telah dijanjikan namun belum terealisasi secara merata, sementara warga sudah berharap.
-
Peningkatan keamanan lingkungan yang dinilai perlu menjadi perhatian.
-
Minimnya fasilitas tempat sampah.
-
Kebutuhan meja untuk menunjang kegiatan Posyandu.
Menanggapi persoalan BPJS, Armada mengingatkan agar tidak ada warga, khususnya di wilayah RW 1, yang kepesertaannya tiba-tiba dinonaktifkan. Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut telah dibahas dalam Musrenbang dan telah disampaikan hingga ke tingkat Wali Kota untuk menjadi perhatian bersama.
Terkait program bedah rumah, Armada menjelaskan bahwa pelaksanaannya berada di bawah kewenangan Dinas Perumahan. Saat ini satu unit rumah telah terealisasi, meski terdapat satu kasus pembatalan akibat persoalan administratif.
Ia berharap ke depan proses verifikasi dan administrasi dapat berjalan lebih tertib agar program tepat sasaran dan tidak menimbulkan harapan yang tertunda.
Dalam hal keamanan lingkungan, Armada menyebut permohonan pengadaan CCTV telah diajukan melalui pihak kelurahan dengan beberapa titik yang diusulkan. Ia menekankan bahwa selain penambahan unit, aspek pemeliharaan juga penting agar perangkat tetap berfungsi maksimal.
Menjawab keluhan soal minimnya tempat sampah, Armada menyatakan akan mendorong penambahan fasilitas di titik-titik strategis, termasuk penyediaan tempat sampah terpisah untuk pemilahan jenis sampah.
Sementara itu, terkait kebutuhan meja Posyandu, ia menyatakan akan mengoordinasikan pengadaan tersebut agar dapat diakomodasi sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Dalam kesempatan tersebut, Armada juga mengingatkan warga agar mendukung program pemerintah yang masuk ke wilayahnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan pernah menghadirkan investor dari Jakarta untuk mempresentasikan proyek pengolahan sampah skala besar kepada Wali Kota dan Dinas Lingkungan Hidup.
Nilai investasi proyek tersebut diperkirakan mencapai Rp2 triliun dengan dua skema pembiayaan yang ditawarkan. Namun hingga kini, realisasi kontrak baru belum dapat dilakukan karena kontrak lama masih berjalan dan belum diputus. (**)