Terhubung dengan kami

Kesehatan

Cara Menjaga Kesehatan Saat Berpuasa Menurut Islam

Dipublikasikan

pada

Puasa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperbaiki kualitas spiritual dan fisik. Dalam ajaran Islam, menjaga kesehatan saat berpuasa menjadi bagian dari ikhtiar menjalankan ibadah secara optimal, tanpa mengabaikan prinsip keseimbangan (wasathiyah).

KATADIA MAKASSAR || Puasa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperbaiki kualitas spiritual dan fisik. Dalam ajaran Islam, menjaga kesehatan saat berpuasa menjadi bagian dari ikhtiar menjalankan ibadah secara optimal, tanpa mengabaikan prinsip keseimbangan (wasathiyah).

Islam memandang tubuh sebagai amanah yang harus dirawat. Karena itu, puasa yang dijalankan dengan benar justru memberi dampak positif bagi kesehatan, baik secara fisik maupun mental.

1. Mengatur Pola Makan Saat Sahur dan Berbuka

Rasulullah ﷺ mencontohkan untuk tidak berlebihan dalam makan. Dalam sebuah hadis riwayat Muhammad, beliau menganjurkan agar perut diisi sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk udara.

Saat sahur, disarankan mengonsumsi makanan bergizi seimbang: karbohidrat kompleks, protein, serat, serta cukup cairan. Hindari makanan tinggi gula dan lemak berlebih karena dapat memicu rasa haus dan lemas sepanjang hari.

Ketika berbuka, sunnah Rasulullah ﷺ adalah menyegerakan berbuka dengan kurma dan air putih. Pola ini membantu tubuh beradaptasi secara bertahap setelah berjam-jam tidak menerima asupan.

2. Tidak Berlebihan (Israf)

Al-Qur’an secara tegas melarang sikap berlebihan. Dalam Al-Qur’an Surah Al-A’raf ayat 31 disebutkan, “Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.” Prinsip ini relevan dalam menjaga kesehatan saat Ramadan.

Berbuka dengan porsi berlebihan justru dapat memicu gangguan pencernaan, lonjakan gula darah, hingga rasa kantuk berlebihan yang mengganggu ibadah malam.

3. Menjaga Kualitas Istirahat

Puasa bukan alasan untuk mengurangi waktu tidur secara ekstrem. Islam mengajarkan keseimbangan antara ibadah dan kebutuhan jasmani. Tidur cukup membantu menjaga metabolisme dan konsentrasi selama beraktivitas.

Mengatur waktu antara tarawih, tadarus, dan istirahat menjadi kunci agar tubuh tetap prima sepanjang Ramadan.

4. Tetap Aktif dan Berolahraga Ringan

Puasa tidak berarti berhenti bergerak. Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki menjelang berbuka atau setelah salat tarawih dapat membantu menjaga kebugaran.

Islam mendorong umatnya untuk menjadi pribadi yang kuat. Dalam hadis disebutkan bahwa mukmin yang kuat lebih dicintai Allah dibanding mukmin yang lemah, selama tetap dalam koridor kebaikan.

5. Menjaga Kesehatan Mental dan Spiritual

Puasa juga melatih pengendalian diri. Menahan amarah, memperbanyak dzikir, serta memperkuat hubungan sosial dapat meningkatkan kesehatan mental.

Dalam konteks ini, Ramadan menjadi sarana detoksifikasi spiritual—membersihkan hati dari iri, dengki, dan stres berlebihan.

6. Memahami Rukhsah (Keringanan)

Islam memberikan keringanan bagi orang sakit, musafir, ibu hamil, atau mereka yang memiliki kondisi medis tertentu. Prinsip ini menunjukkan bahwa menjaga kesehatan lebih diutamakan daripada memaksakan diri.

Puasa yang dijalankan sesuai kemampuan akan menghadirkan manfaat maksimal, baik dari sisi ibadah maupun kesehatan.

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending