Pendidikan
Kadis Pendidikan Makassar Dorong Percepatan Sekolah Adiwiyata, Targetkan Lonjakan Capaian 2026
Dipublikasikan
5 bulan lalupada
Oleh
anjasabdullah

KATADIA MAKASSAR || Forum Sekolah Adiwiyata Kota Makassar terbentuk atas kepedulian dari sembilang sekolah peraih Adiwiyata Mandiri dari periode 2022, 2023 hingga 2025 yang berkomitmen meningkatkan capaian jumlah sekolah Adiwiyata di Kota Makassar.
Komitmen tersebut ditegaskan Ketua Panitia Sosialisasi Permen Lingkungan Hidup/BPLH Nomor 5 Tahun 2025, Juli Astuti, S.Pd., M.Pd., yang juga Kepala SDN Rappocini, dalam kegiatan Sosialisasi Permen LH/BPLH Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Sekolah Adiwiyata bertema “Bersama Mewujudkan Sekolah Berbudaya Lingkungan Menuju Kota Makassar Mulia” di Aula SMK Telkom Makassar, Jalan AP Pettarani, Sabtu (14/02/2026).
Juli menegaskan percepatan capaian Sekolah Adiwiyata menjadi fokus utama pada 2026. Menurutnya, regulasi terbaru tersebut menjadi landasan strategis untuk mendorong peningkatan sekolah yang naik level, mulai dari Adiwiyata Kota, Provinsi, Nasional hingga Mandiri.
“Tahun ini kita menargetkan 24 sekolah calon Adiwiyata Mandiri, 89 calon Adiwiyata Nasional, 90 calon Adiwiyata Provinsi, dan 100 calon Adiwiyata Kota. Dengan kegiatan ini, kami berharap jumlah sekolah penerima penghargaan terus meningkat,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, pada 2025 Makassar mencatat satu sekolah lolos Adiwiyata Mandiri dan 10 sekolah meraih Adiwiyata Nasional. Capaian tersebut dinilai sebagai pijakan awal untuk peningkatan yang lebih signifikan pada 2026.
Sembilan sekolah Adiwiyata Mandiri yang menjadi perintis forum ini menargetkan lonjakan capaian di seluruh level. Juli optimistis jika 50 persen sekolah di Makassar mampu naik level, kota ini berpotensi mencatat rekor sebagai daerah dengan capaian Adiwiyata Mandiri dan Nasional terbanyak.
“Kita ingin Makassar menjadi barometer Sekolah Adiwiyata di Sulawesi Selatan bahkan Indonesia Timur. Ini bukan sekadar penghargaan, tetapi bagian dari gerakan membangun karakter peduli lingkungan,” tegasnya.
Menurutnya, tantangan utama program Adiwiyata adalah konsistensi dan keberlanjutan. Banyak sekolah yang telah meraih predikat nasional maupun provinsi, namun gagal mempertahankan atau meningkatkan level karena program tidak berjalan berkesinambungan.
“Sering terjadi sekolah sudah meraih nasional atau provinsi, tetapi tidak berlanjut untuk naik ke level berikutnya. Akibatnya, level bisa turun. Ini yang harus kita perbaiki,” jelasnya.
Ia menekankan salah satu syarat menuju Adiwiyata Mandiri adalah memiliki minimal dua sekolah binaan yang berhasil naik level. Pola pembinaan berjenjang ini harus diprogramkan secara sistematis dan terukur.
Saat ini, untuk jenjang SMP di Makassar belum ada yang mencapai tingkat nasional, sementara tingkat mandiri baru diraih satu hingga dua sekolah. Karena itu, pembinaan lintas jenjang menjadi fokus penguatan ke depan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, selaku pembina kegiatan melalui Forum Sekolah Adiwiyata, menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan tersebut. Ia mendorong seluruh satuan pendidikan menjadikan Adiwiyata sebagai gerakan berkelanjutan yang terintegrasi dalam kebijakan, kurikulum, hingga budaya sekolah.
Juli menambahkan, percepatan ini juga mendapat dukungan Dewan Pembina Kota, termasuk melalui audiensi usai penerimaan penghargaan di Jakarta pada November lalu. Ia berharap jika target 2026 tercapai, Wali Kota dan Dewan Pembina dapat mendampingi perwakilan sekolah menerima penghargaan di Jakarta.
Menurutnya, peningkatan jumlah Sekolah Adiwiyata Mandiri juga berdampak langsung pada penilaian Adipura karena menjadi salah satu indikator penting dalam evaluasi kebersihan dan pengelolaan lingkungan kota.
“Ini momentum penting. Sekolah memiliki tanggung jawab dalam membentuk budi pekerti dan kepedulian anak-anak terhadap lingkungan. Jika gerakan ini konsisten, target yang kita canangkan insyaallah bisa tercapai,” pungkasnya.


PDAM Makassar Siapkan Tiga Solusi Atasi Krisis Air Bersih

Lapas Narkotika Sungguminasa Beri Penghargaan Pegawai Berprestasi Triwulan II 2026

YBM PLN UP3 Bulukumba Gelar Khitan Sehat Gratis untuk 50 Anak Dhuafa Sambut Muharram 1448 H

Trending
Makassar5 hari lalu35 Pelaku UMKM Wisata Kuliner Danau Tanjung Bunga Selatan Berharap Solusi, Bukan Pembongkaran
Internasional3 minggu laluJamaah Haji Barru Melangitkan Doa dari Mekkah untuk Masyarakat dan Daerah
Nasional3 minggu laluSyamsuddin Rasyid,alumni Ekonomi Koperasi UNM 1998 Terpilih Memimpin Pokjawas Madrasah Nasional






