Terhubung dengan kami

Opini

Lailatul Qadar: Malam Kemuliaan yang Lebih Baik dari Seribu Bulan

Dipublikasikan

pada

Lailatul Qadar merupakan salah satu malam paling agung dalam ajaran Islam. Malam ini diyakini terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan dan disebut sebagai malam yang “lebih baik dari seribu bulan”, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur'an, tepatnya pada Surah Al-Qadr. Makna dan Keutamaan Lailatul Qadar

KATADIA || Lailatul Qadar merupakan salah satu malam paling agung dalam ajaran Islam. Malam ini diyakini terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan dan disebut sebagai malam yang “lebih baik dari seribu bulan”, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an, tepatnya pada Surah Al-Qadr.

Makna dan Keutamaan Lailatul Qadar

Secara bahasa, lailah berarti malam dan qadar bermakna kemuliaan, ketetapan, atau takdir. Para ulama menafsirkan bahwa pada malam tersebut Allah SWT menetapkan berbagai urusan makhluk-Nya untuk satu tahun ke depan.

Dalam Surah Al-Qadr ayat 1–5 disebutkan bahwa malam itu adalah malam diturunkannya Al-Qur’an, malam yang penuh kesejahteraan hingga terbit fajar. Turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril menjadi penanda dimulainya risalah kenabian.

Keistimewaan Lailatul Qadar antara lain:

  1. Lebih baik dari seribu bulan – Ibadah pada malam itu bernilai lebih dari 83 tahun.
  2. Turunnya malaikat-malaikat – Para malaikat turun membawa rahmat dan keberkahan.
  3. Malam penuh ampunan – Dosa-dosa yang telah lalu diampuni bagi mereka yang menghidupkannya dengan iman dan penuh harap.

Waktu Terjadinya

Tidak ada kepastian tanggal pasti Lailatul Qadar. Namun berdasarkan hadis riwayat Muhammad, malam tersebut dicari pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan, yakni malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29.

Hikmah dirahasiakannya waktu pasti Lailatul Qadar adalah agar umat Islam bersungguh-sungguh beribadah sepanjang sepuluh malam terakhir, bukan hanya pada satu malam tertentu.

Amalan yang Dianjurkan

Untuk meraih keutamaan Lailatul Qadar, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, di antaranya:

  • Salat malam (qiyamul lail)
  • Membaca dan mentadabburi Al-Qur’an
  • Berzikir dan berdoa
  • I’tikaf di masjid
  • Memperbanyak istigfar dan sedekah

Salah satu doa yang dianjurkan dibaca pada malam tersebut adalah:

“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni”
(Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku).

Tanda-Tanda Lailatul Qadar

Sebagian riwayat menyebutkan beberapa tanda Lailatul Qadar, seperti:

  • Malam yang tenang dan tidak panas maupun dingin berlebihan.
  • Cahaya matahari pagi yang terbit tanpa sinar menyilaukan.
  • Suasana yang terasa damai dan menenangkan.

Namun demikian, tanda-tanda ini bukan untuk dipastikan secara spekulatif, melainkan sebagai penguat keimanan setelah malam itu berlalu.

Relevansi Spiritual di Era Modern

Di tengah dinamika kehidupan modern yang serba cepat, Lailatul Qadar menjadi momentum refleksi spiritual. Malam ini mengingatkan manusia untuk berhenti sejenak dari rutinitas duniawi dan kembali menata niat, memperbaiki diri, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

Lailatul Qadar bukan sekadar ritual tahunan, melainkan kesempatan emas untuk melakukan reset spiritual—memperbarui komitmen moral, meningkatkan kualitas ibadah, dan memperkuat empati sosial.

Penutup

Lailatul Qadar adalah puncak kemuliaan Ramadan. Nilainya melampaui hitungan waktu manusia. Karena itu, sepuluh malam terakhir Ramadan sepatutnya diisi dengan kesungguhan dan keikhlasan dalam beribadah.

Bagi setiap Muslim, Lailatul Qadar bukan hanya malam untuk dicari, tetapi malam untuk dimaknai—sebagai momen perjumpaan batin dengan Sang Pencipta dan awal dari perubahan diri yang lebih baik.

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending