Terhubung dengan kami

Pendidikan

Disdik Makassar Serahkan Bantuan Sarpras Lingkungan untuk Dukung Program Sekolah Adiwiyata

Dipublikasikan

pada

Dinas Pendidikan Kota Makassar menyerahkan bantuan sarana dan prasarana (sarpras) lingkungan kepada sejumlah sekolah calon Sekolah Adiwiyata tingkat kota, provinsi, nasional hingga mandiri.

KATADIA MAKASSAR || Dinas Pendidikan Kota Makassar menyerahkan bantuan sarana dan prasarana (sarpras) lingkungan kepada sejumlah sekolah calon Sekolah Adiwiyata tingkat kota, provinsi, nasional hingga mandiri. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan Kota Makassar, Jalan AP Pettarani, Senin (9/3/2026).

Penyerahan bantuan dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, didampingi Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas). Bantuan yang disalurkan berupa sarana pendukung pengelolaan lingkungan sekolah seperti biopori, komposter, tempat sampah, serta pot bunga.

Sejumlah kepala sekolah turut hadir dalam kegiatan tersebut, salah satunya Kepala SDN Rappocini Makassar, Juli Astutik, S.Pd., M.Pd.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan bagi sekolah-sekolah yang tengah dipersiapkan untuk mengikuti program Sekolah Adiwiyata, baik di tingkat kota, provinsi, nasional, hingga Adiwiyata Mandiri.

Program ini merupakan hasil kerja sama antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar dan Dinas Pendidikan Kota Makassar. Program tersebut juga merupakan arahan dari Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Hj. Melinda Aksa Munafri, untuk mendorong seluruh sekolah di Makassar, baik tingkat SD maupun SMP, agar mampu mencapai target Sekolah Adiwiyata pada tahun 2026.

Melalui program ini, pemerintah kota berharap budaya peduli lingkungan dapat semakin tertanam di lingkungan sekolah, sekaligus memperkuat peran sekolah sebagai pusat pendidikan karakter yang berwawasan lingkungan.

Selain itu, Pemerintah Kota Makassar menargetkan seluruh sekolah dapat meraih predikat Adiwiyata sehingga Kota Makassar dapat menjadi barometer sekolah Adiwiyata di Sulawesi Selatan bahkan di kawasan Indonesia Timur.

Dengan dukungan sarana prasarana serta sinergi antara pemerintah dan sekolah, diharapkan target tersebut dapat tercapai dan mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending