Pemkot Makassar
TPA Antang Makassar Dibangun, Pemkot Fokus Infrastruktur dan Penataan Kawasan Sampah
Dipublikasikan
3 bulan lalupada
Oleh
anjasabdullah

KATADIA MAKASSAR || Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin (Appi) memprioritaskan pembenahan infrastruktur pendukung di kawasan TPA Antang, Kecamatan Manggala, sebagai langkah strategis mengurai kepadatan arus kendaraan dan meningkatkan efektivitas sistem pengelolaan sampah.
Upaya ini difokuskan pada perbaikan akses keluar masuk armada pengangkut sampah yang selama ini kerap mengalami hambatan, terutama saat terjadi lonjakan volume sampah pasca arus mudik.
Salah satu program utama yang disiapkan melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar adalah pembangunan jalan akses menuju TPA Tamangapa dengan alokasi anggaran sebesar Rp10,63 miliar pada tahun 2026. Proyek tersebut saat ini masih dalam tahap persiapan dokumen perencanaan.
Selain itu, Pemkot Makassar juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp12,65 miliar untuk penataan pedestrian di dua ruas jalan sekitar kawasan TPA. Program ini masih dalam tahap persiapan dokumen tender dan bertujuan meningkatkan keselamatan serta kenyamanan lingkungan sekitar.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya dalam membenahi sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh dan berkelanjutan. Ia menyebut, berbagai langkah konkret tengah disiapkan agar proses bongkar muat sampah berjalan lebih lancar.
“Kami sudah melakukan rapat bersama dinas teknis terkait untuk memastikan solusi penanganan bongkar muat sampah ini berjalan berkelanjutan,” ujar Munafri, Jumat (27/3/2026).
Rapat tersebut melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Dinas PU, serta Dinas Penataan Ruang.
Munafri mengakui bahwa antrean panjang truk sampah yang memicu kemacetan di kawasan TPA Antang menjadi persoalan utama yang harus segera ditangani. Untuk itu, pemerintah kota telah menurunkan tambahan alat berat guna mempercepat proses pengolahan sampah di lokasi.
“Soal antrean mobil sampah, kami sudah turunkan alat berat dan akan ditambah lagi untuk membantu mengurai kemacetan, sambil menunggu perbaikan sistem yang lebih optimal,” jelasnya.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya transformasi TPA Antang agar tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembuangan akhir, tetapi berkembang menjadi kawasan pengelolaan sampah yang modern dan terintegrasi.
“Artinya, kita tidak ingin ini hanya menjadi tempat buang sampah semata, tetapi bagaimana pengelolaannya bisa lebih baik, mulai dari penataan, penutupan hingga pengaturan akses dan ketinggian timbunan sampah,” tambahnya.
Pemkot Makassar juga tengah menjajaki pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) atau PSEL, dengan tetap mengacu pada regulasi dan kajian yang matang bersama pemerintah pusat.
Sementara itu, Kepala Dinas PU Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, menyampaikan bahwa proyek peningkatan infrastruktur ini merupakan bagian dari program strategis prioritas pemerintah kota.
“Kami telah mengalokasikan anggaran tahun 2026 untuk perbaikan jalan dan akses di kawasan TPA Antang guna mendukung kelancaran mobilitas armada pengangkut sampah,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan akses jalan dan penataan pedestrian diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas sekaligus memperkuat sistem distribusi sampah di kawasan tersebut.
Dengan pembenahan ini, Pemkot Makassar menargetkan sistem pengelolaan sampah dapat berjalan lebih optimal, tertib, dan berkelanjutan, sejalan dengan upaya transformasi sektor persampahan di Kota Makassar.

Anda juga mungkin suka


PDAM Makassar Siapkan Tiga Solusi Atasi Krisis Air Bersih

Lapas Narkotika Sungguminasa Beri Penghargaan Pegawai Berprestasi Triwulan II 2026

YBM PLN UP3 Bulukumba Gelar Khitan Sehat Gratis untuk 50 Anak Dhuafa Sambut Muharram 1448 H

Trending
Makassar5 hari lalu35 Pelaku UMKM Wisata Kuliner Danau Tanjung Bunga Selatan Berharap Solusi, Bukan Pembongkaran
Internasional3 minggu laluJamaah Haji Barru Melangitkan Doa dari Mekkah untuk Masyarakat dan Daerah
Nasional3 minggu laluSyamsuddin Rasyid,alumni Ekonomi Koperasi UNM 1998 Terpilih Memimpin Pokjawas Madrasah Nasional








