Terhubung dengan kami

Pendidikan

LDII Sulsel Perkuat Wawasan Strategis di Munas X, Soroti Geopolitik hingga Ekoteologi

Dipublikasikan

pada

Musyawarah Nasional (Munas) X Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) memasuki hari ketiga dengan agenda strategis yang sarat makna.

KATADIA JAKARTA || Musyawarah Nasional (Munas) X Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) memasuki hari ketiga dengan agenda strategis yang sarat makna.

Kegiatan yang berlangsung di Grand Ballroom Minhaajurrosyidiin, Jakarta Timur, Rabu (8/4/2026), diisi dengan penyampaian pandangan umum dari seluruh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) se-Indonesia.

Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan, Asdar Mattiro, mengungkapkan bahwa agenda utama hari tersebut adalah mendengarkan tanggapan dari setiap daerah terhadap laporan pertanggungjawaban Ketua Umum DPP LDII masa bakti 2021–2026. Selain itu, peserta Munas juga mendapatkan berbagai pembekalan dari para narasumber.

“Seluruh DPW menyampaikan pandangan dan evaluasi terhadap kinerja organisasi selama periode tersebut. Ini menjadi bagian penting dalam menentukan arah kebijakan ke depan,” ujar Asdar.

Mengusung tema “Mengokohkan Peran LDII dalam Membangun Indonesia yang Berdaulat, Harmonis, dan Berkeadaban untuk Perdamaian Dunia”, Munas X tidak hanya menjadi forum evaluasi, tetapi juga sarana peningkatan kapasitas bagi para pengurus di berbagai tingkatan.

Asdar menilai materi yang disampaikan dalam Munas sangat relevan dengan tantangan zaman. Salah satu yang menjadi perhatian adalah materi ekoteologi yang dibawakan oleh Direktur Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, Dr Muchlis Muhammad Hanafi, yang mengangkat tema peran organisasi Islam dalam membangun kesadaran lingkungan berbasis nilai agama.

Selain itu, peserta juga mendapatkan wawasan geopolitik dari Gubernur Lemhannas RI, Dr H TB Ace Hasan Syadzily, terkait penguatan ketahanan nasional di tengah dinamika global yang terus berkembang.

Sementara itu, Ketua Umum Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), Prof Dr Said Aqil Siroj, menekankan pentingnya memperkuat ukhuwah Islamiyah serta nilai Islam wasathiyah sebagai respons terhadap dinamika geopolitik dunia.

“Materi-materi ini menjadi bekal penting bagi pengurus, baik di tingkat pusat maupun daerah, dalam menjalankan tugas organisasi dan merespons situasi kebangsaan secara tepat,” jelas Asdar.

Antusiasme peserta terlihat dari padatnya agenda kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari. Bahkan, sejumlah sesi diskusi dan pembekalan kerap berlanjut hingga larut malam.

“Kegiatan dimulai sejak pagi dan sering berlanjut hingga pukul 22.00 bahkan 23.00 malam. Ini menunjukkan keseriusan peserta dalam memanfaatkan momentum Munas untuk peningkatan kapasitas,” tambahnya.

Selain agenda utama, peserta Munas juga mengunjungi GenFest, festival UMKM yang menampilkan berbagai usaha milik warga LDII. Kegiatan ini menjadi etalase kreativitas dan kemandirian ekonomi, khususnya dari kalangan generasi muda.

Beragam inovasi ditampilkan, mulai dari usaha kuliner hingga produk kreatif lainnya. GenFest juga menghadirkan program edukasi inklusif, seperti pembelajaran mengaji menggunakan bahasa isyarat bagi penyandang tuna rungu.

“Ini sangat menginspirasi. Kita melihat bagaimana generasi muda tidak hanya berwirausaha, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” ungkapnya.

Munas X LDII menjadi momentum penting dalam memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat. Dengan bekal wawasan strategis, penguatan nilai keagamaan, serta dorongan terhadap kemandirian ekonomi, LDII diharapkan mampu terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

“Melalui forum ini, kami mendapatkan banyak masukan untuk menghadapi tantangan bangsa sekaligus memastikan organisasi tetap aktif dan relevan di tengah masyarakat,” tutup Asdar.(**)

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending