Terhubung dengan kami

POLITIK

Ashabul Kahfi Dorong Literasi Digital dan Tabayun di Tengah Arus Informasi

Dipublikasikan

pada

Anggota Komisi IX DPR RI, Dr. H. Ashabul Kahfi, M.Ag., menekankan pentingnya literasi digital dan prinsip tabayun dalam menghadapi derasnya arus informasi di era digital

KATADIA MAKASSAR || Anggota Komisi IX DPR RI, Dr. H. Ashabul Kahfi, M.Ag., menekankan pentingnya literasi digital dan prinsip tabayun dalam menghadapi derasnya arus informasi di era digital. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Pelatihan Manajemen Reputasi Digital Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Sabtu, 2 Mei 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan (MPI PWM Sulsel) di Pusat Dakwah Muhammadiyah ini bertujuan memperkuat kapasitas kader dalam memverifikasi serta mengelola informasi publik secara bijak.

Dalam pemaparannya, Ashabul Kahfi mengingatkan bahwa kemudahan akses informasi melalui internet membawa dua sisi, yakni manfaat sekaligus potensi risiko, terutama terkait penyebaran hoaks dan disinformasi.

“Informasi yang kita dapatkan sudah bercampur baur, ada yang benar, ada hoaks, bahkan fitnah,” ujarnya.

Ia juga mengutip data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2025 yang menunjukkan tingginya penetrasi internet di masyarakat. Kondisi ini, menurutnya, meningkatkan kerentanan publik terhadap informasi yang belum terverifikasi.

Karena itu, Kahfi menegaskan pentingnya menerapkan prinsip tabayun sebelum menyebarkan informasi. “Kalau bahasa kerennya, verifikasi,” katanya.

Selain itu, ia menyoroti sejumlah isu layanan publik seperti BPJS Kesehatan dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kerap disalahpahami di ruang digital. Ia menegaskan bahwa tidak semua informasi yang beredar dapat dipercaya.

“Sampai hari ini belum ada pemutihan untuk peserta BPJS yang menunggak,” tegasnya.

Menurut Kahfi, penyebaran informasi yang tidak akurat dapat berdampak serius terhadap kepercayaan masyarakat terhadap lembaga layanan publik. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu mengonfirmasi informasi kepada sumber resmi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.

Sementara itu, Ketua MPI PWM Sulsel, Dr. Hadisaputra, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya menjaga citra Muhammadiyah di era digital.

Ia berharap kader Muhammadiyah mampu menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi yang akurat, kredibel, dan bertanggung jawab.

Pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat peran Muhammadiyah dalam menyebarkan informasi yang benar sekaligus menjadi benteng dalam melawan hoaks di ruang digital.(**)

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending