KATADIA MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mendorong seluruh sekolah di Kota Makassar untuk menjadi pelopor budaya peduli lingkungan melalui pengelolaan sampah dan penanaman pohon sebagai bagian dari pendidikan karakter peserta didik.
Arahan tersebut disampaikan saat melantik dan mengukuhkan 369 kepala sekolah SD dan SMP negeri di Tribun Lapangan Karebosi, Selasa (23/6/2026).
Menurut Munafri, sekolah harus mulai membiasakan peserta didik memilah sampah organik dan nonorganik sejak dini agar terbentuk kesadaran lingkungan yang kuat.
Ia meminta setiap sekolah menyediakan tempat sampah terpisah serta mengajarkan pengelolaan sampah yang benar kepada siswa.
“Sampah harus menjadi sahabat yang bisa memberikan manfaat dan keuntungan bagi sekolah,” ujarnya.
Bahkan, Munafri mendorong siswa membawa sampah dari rumah sebagai bagian dari proses edukasi lingkungan. Ia juga meminta kepala sekolah dan guru menjadi teladan dengan menerapkan kebiasaan memilah sampah dalam kehidupan sehari-hari.
“Modalnya cuma dua ember. Tetapi dampaknya sangat besar kalau dilakukan secara konsisten,” tuturnya.
Selain pengelolaan sampah, seluruh sekolah juga diminta melakukan penanaman pohon guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih hijau, asri, dan nyaman.
Pada kesempatan yang sama, Munafri memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaan kegiatan perpisahan sekolah.
Ia meminta sekolah tidak lagi menyelenggarakan acara perpisahan secara berlebihan yang berpotensi membebani orang tua siswa.
Menurutnya, kegiatan perpisahan harus dilaksanakan secara sederhana dan tidak boleh menjadi ajang pungutan kepada wali murid.
“Kalau ada orang tua yang mau menanggung sendiri silakan. Tapi kalau harus patungan dan memberatkan orang tua murid, jangan dilakukan,” tegasnya.
Selain itu, Munafri memastikan Pemerintah Kota Makassar akan memberikan perhatian khusus kepada guru dan kepala sekolah yang bertugas di wilayah kepulauan.
Pemkot Makassar berencana menyiapkan tambahan insentif serta fasilitas transportasi laut guna mendukung mobilitas tenaga pendidik menuju lokasi tugas.
“Kami tidak ingin lagi mendengar keluhan bahwa kepala sekolah berbulan-bulan tidak datang ke pulau atau guru pulang lebih cepat daripada muridnya. Transportasi akan kami siapkan agar akses menuju sekolah dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala BKPSDMD Kota Makassar, Kamelia Tamrin Tantu, menyebut pelantikan kepala sekolah tersebut merupakan bagian dari upaya penataan birokrasi dan penguatan tata kelola pendidikan di Kota Makassar.
Ia juga mengapresiasi peran media yang selama ini turut mengawal berbagai proses penataan birokrasi, termasuk tahapan validasi data kepala sekolah hingga pelaksanaan pelantikan.
“Harapan kami sinergi yang harmonis dengan media dapat terus terjalin, baik dalam menyebarluaskan informasi pembangunan maupun memberikan kritik dan masukan yang konstruktif demi perbaikan pelayanan publik Pemerintah Kota Makassar,” tutupnya.