Terhubung dengan kami

Pendidikan

Disdik Makassar Siapkan Sistem dan Verifikator Hadapi Lonjakan Pendaftar Jalur Domisili

Dipublikasikan

pada

Dinas Pendidikan Kota Makassar mulai mempersiapkan berbagai langkah antisipasi menjelang pembukaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 jalur domisili yang diperkirakan menjadi jalur dengan jumlah pendaftar terbanyak.

KATADIA MAKASSAR || Dinas Pendidikan Kota Makassar mulai mempersiapkan berbagai langkah antisipasi menjelang pembukaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 jalur domisili yang diperkirakan menjadi jalur dengan jumlah pendaftar terbanyak.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, mengatakan pendaftaran jalur domisili untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP akan berlangsung pada 22 hingga 26 Juni 2026.

Menurutnya, sejumlah strategi telah disiapkan untuk memastikan proses pendaftaran berjalan lancar dan tidak mengalami kendala seperti kepadatan akses sistem.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah penguatan sistem digital berbasis Super Apps Lontara Plus yang dirancang untuk mengurai potensi antrean dan lonjakan akses pengguna.

Selain itu, mekanisme pendaftaran juga dibedakan berdasarkan jenjang pendidikan sehingga beban sistem dapat terdistribusi secara lebih optimal.

“Kami membuka jalur non-domisili lebih dahulu untuk mengurangi kepadatan, setelah itu baru jalur domisili dibuka. Dengan sistem yang ada saat ini kami optimistis proses pendaftaran dapat berjalan lancar,” ujar Achi.

Ia mengimbau para orang tua untuk mulai mempersiapkan seluruh dokumen administrasi kependudukan yang menjadi syarat utama dalam jalur domisili.

Pasalnya, sistem akan menggunakan titik koordinat alamat yang tercantum dalam kartu keluarga untuk mengukur jarak antara tempat tinggal calon peserta didik dengan sekolah tujuan.

Achi mengungkapkan masih ditemukan sejumlah peserta yang telah lama tinggal di Makassar namun belum memperbarui administrasi kependudukannya sehingga mengalami kendala saat proses pendaftaran.

Karena itu, masyarakat diminta melengkapi dokumen seperti kartu keluarga, akta kelahiran, hingga dokumen perpindahan domisili jauh sebelum masa pendaftaran berlangsung.

“Dengan begitu proses verifikasi dapat berjalan lebih mudah dan tidak menimbulkan kendala saat seleksi,” katanya.

Disdik Makassar juga memastikan kesiapan tim verifikator di setiap sekolah akan terus dievaluasi sesuai jumlah pendaftar.

Apabila terjadi lonjakan pendaftar seperti yang sebelumnya terjadi di SMP Negeri 6 Makassar, maka penambahan verifikator akan segera dilakukan untuk mempercepat pelayanan.

“Kami melihat karakteristik setiap sekolah berbeda. Jika diperlukan penambahan verifikator untuk mempercepat proses pelayanan, tentu akan kami lakukan,” tegas Achi.

Selain sekolah negeri, Disdik Makassar juga menyiapkan alternatif penyaluran peserta didik ke sejumlah sekolah swasta yang telah menjalin kerja sama dengan pemerintah apabila kapasitas sekolah negeri telah terpenuhi.

Menurut Achi, sekolah swasta mitra tersebut turut mendukung pemerataan akses pendidikan dan tidak membebankan biaya kepada orang tua peserta didik yang ditempatkan melalui skema kerja sama pemerintah.

“Nanti akan muncul pilihan sekolah dalam sistem, termasuk beberapa sekolah swasta yang telah bekerja sama dengan pemerintah. Mereka siap menerima siswa dan tidak membebankan biaya kepada orang tua,” tutupnya.

Sebelumnya, Achi Soleman melakukan pemantauan langsung proses verifikasi pendaftaran di SMP Negeri 8 Makassar dan SMP Negeri 23 Makassar sebagai bagian dari komitmen Dinas Pendidikan dalam memastikan seluruh tahapan SPMB berjalan objektif, transparan, akuntabel, dan inklusif.

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending