Pendidikan
Disdik Makassar Serahkan 108 Ijazah Pendidikan Kesetaraan, Achi Soleman: Pendidikan Hak Semua Warga
Dipublikasikan
14 jam lalupada
Oleh
anjasabdullah

KATADIA MAKASSAR || Pemerintah Kota Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam menjamin hak setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan tanpa memandang usia, latar belakang, maupun kondisi sosial ekonomi.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan ijazah Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C kepada warga belajar yang telah menyelesaikan pendidikannya melalui jalur nonformal. Penyerahan ijazah dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Biringkanaya, Sabtu (11/7/2026).
“Pendidikan adalah hak semua warga negara, tanpa batasan usia maupun latar belakang,” ujar Achi Soleman.
Achi menjelaskan, Program Paket A merupakan pendidikan setara Sekolah Dasar (SD), Paket B setara Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Paket C setara Sekolah Menengah Atas (SMA). Seluruh program tersebut memberikan ijazah resmi yang diakui negara sehingga dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan maupun memenuhi persyaratan di dunia kerja.
Program pendidikan kesetaraan tersebut diselenggarakan melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). SKB merupakan satuan pendidikan nonformal yang dikelola langsung oleh pemerintah melalui Dinas Pendidikan, sedangkan PKBM dikelola oleh masyarakat sebagai mitra pemerintah dalam memperluas akses layanan pendidikan.
Kedua lembaga tersebut melayani masyarakat yang belum sempat menyelesaikan pendidikan formal, mulai dari remaja putus sekolah, pekerja, hingga orang dewasa. Sistem pembelajaran yang fleksibel memungkinkan peserta tetap bekerja sembari menempuh pendidikan.
“Selain pembelajaran akademik, peserta juga dibekali berbagai keterampilan yang dapat menunjang kehidupan dan dunia kerja,” terang Achi.
Pada kesempatan tersebut, sebanyak 108 warga belajar SKB menerima ijazah pendidikan kesetaraan, mulai dari Paket A, Paket B, hingga Paket C. Para penerima berasal dari berbagai latar belakang, di antaranya personel Satgas Drainase Dinas Pekerjaan Umum, Satgas Kebersihan, tenaga cleaning service rumah sakit, serta masyarakat umum.
Menurut Achi, semangat belajar para peserta menjadi hal yang paling membanggakan. Ia menilai para peserta, khususnya dari kalangan Satgas, memiliki motivasi yang luar biasa untuk terus meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan.
“Tidak mudah bagi seseorang untuk belajar sambil tetap bekerja, tetapi mereka mampu membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk mendapatkan pendidikan,” ungkapnya.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 50 orang dari kalangan Satgas berhasil menyelesaikan Program Paket A atau pendidikan setara SD. Achi menegaskan, keberhasilan tersebut bukan menjadi akhir dari proses belajar, melainkan langkah awal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
“Antusiasme mereka sangat luar biasa. Setelah lulus Paket A, mereka akan melanjutkan pembelajaran ke Paket B. Kami ingin mereka terus melanjutkan hingga memperoleh ijazah yang lebih tinggi,” jelasnya.
Ia menambahkan, program pendidikan kesetaraan tidak hanya bertujuan memberikan ijazah, tetapi juga meningkatkan harkat, martabat, dan peluang hidup masyarakat.
“Kalau sudah memiliki ijazah, tentu kesempatan mereka akan lebih terbuka. Bisa saja suatu saat mereka tidak lagi bekerja sebagai Satgas Peralihnasa, tetapi karena sudah memiliki ijazah, mereka memiliki peluang mencari pekerjaan yang lebih baik,” katanya.
Penyerahan ijazah ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan dalam memperluas akses pendidikan berkualitas melalui jalur nonformal.
“Selamat kepada seluruh warga belajar yang telah dinyatakan lulus. Perjalanan baru untuk meraih masa depan yang lebih cerah resmi dimulai hari ini. Jangan pernah lelah untuk belajar. Bagi masyarakat yang sempat putus sekolah, SKB dan PKBM siap menjadi jembatan untuk mewujudkan impian,” tutup Achi.
Program pendidikan kesetaraan ini juga sejalan dengan kebijakan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam memperluas akses pendidikan bagi seluruh masyarakat. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah membentuk dan mengukuhkan Relawan Tim Aksi Pengembalian Anak Tidak Sekolah (ATS) yang bertugas mendata, mendampingi, dan mengembalikan anak-anak maupun warga putus sekolah agar kembali memperoleh layanan pendidikan, baik melalui jalur formal maupun nonformal.
Melalui berbagai program tersebut, Pemerintah Kota Makassar berharap tidak ada lagi warga yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan hanya karena faktor usia, pekerjaan, maupun kondisi ekonomi, sehingga kualitas sumber daya manusia di Kota Makassar dapat terus meningkat secara merata.(**)


Melinda Aksa Hadiri Puncak HKG PKK Nasional ke-54 di Makassar

Aliyah Mustika Ilham Dampingi Menteri Kesehatan RI Tinjau Kompleks Kusta Jongaya, Perkuat Sinergi Penanganan Kusta

Satlantas Polres Bulukumba Intensifkan Patroli, Dua Motor Diduga Terkait Balap Liar Diamankan













