POLITIK
Komisi B Tinjau Intake Manggala, Suplai Air Utara Makassar Meningkat
Dipublikasikan
13 jam lalupada
Oleh
anjasabdullah

KATADIA MAKASSAR || Komisi B DPRD Kota Makassar yang dipimpin Ketua Komisi B Ismail bersama Wakil Ketua Komisi B H. Hartono, S.E., M.Si., serta seluruh anggota Komisi B, Resky Fraksi Demokrat dan Umiyati dari PPP melakukan peninjauan langsung ke Intake Air Baku Manggala di Jalan Inspeksi Kanal Poros Nipa-Nipa, Kecamatan Manggala, Senin (7/7/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan peningkatan distribusi air bersih dari Perumda Air Minum (PDAM) Makassar telah berjalan dan mulai dirasakan masyarakat, khususnya di wilayah utara Kota Makassar yang selama bertahun-tahun mengalami krisis pasokan air.
Ketua Komisi B DPRD Makassar, Ismail, mengatakan pihaknya ingin memastikan secara langsung bahwa proyek peningkatan suplai air bersih yang telah diperjuangkan selama hampir dua tahun kini mulai beroperasi.
“Hari ini Komisi B turun langsung ke Intake Air Baku Manggala untuk memastikan penyaluran air bersih ke wilayah utara Kota Makassar benar-benar sudah dimulai.
Alhamdulillah, setelah kurang lebih dua tahun pengerjaan, penyaluran air bersih kini mulai berjalan secara bertahap,” ujarnya.
Ia menjelaskan, meski masih terdapat beberapa jaringan pipa lama yang memerlukan penyambungan dan penyesuaian, sistem pompa air baku kini telah berfungsi dengan baik sehingga mampu meningkatkan debit air yang mengalir ke wilayah utara kota.
“Hari ini kami bersama PDAM dan PT Traya Tirta Makassar ingin menyaksikan langsung bahwa pompa air baku ini sudah berfungsi dan layak dioperasikan. Dari hasil pemantauan, debit air yang sebelumnya hanya sekitar 100 liter per detik kini telah meningkat menjadi sekitar 300 liter per detik. Artinya ada tambahan sekitar 200 liter per detik yang sangat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Menurut Ismail, peningkatan suplai tersebut sudah mulai dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk Kelurahan Lakkang. Namun demikian, pihaknya masih akan memberikan perhatian khusus terhadap wilayah Buloa dan Tallo yang selama ini menjadi daerah dengan persoalan distribusi air paling serius.
“Jangkauannya sudah sampai ke Lakkang. Namun kami masih memantau Buloa dan Tallo karena dua wilayah ini yang paling parah mengalami kekurangan air bersih. Mudah-mudahan secara bertahap seluruh wilayah utara kota dapat terlayani,” katanya.
Ia juga mengapresiasi kinerja Pemerintah Kota Makassar dan jajaran direksi PDAM yang dinilai bekerja maksimal dalam mempercepat penyelesaian persoalan air bersih.
“Alhamdulillah, berkat perhatian Bapak Wali Kota dan kerja keras direksi PDAM, masyarakat utara kota kini mulai menikmati air bersih dengan lebih baik. Persoalan yang berlangsung hampir 20 tahun ini mudah-mudahan dapat segera terselesaikan secara menyeluruh,” tambahnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (PLT) Direktur Utama PDAM Makassar, Andi Syahrun Makkuradde, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan tiga langkah strategis untuk mengatasi persoalan distribusi air bersih di wilayah utara Kota Makassar.
Menurutnya, langkah pertama adalah mengoptimalkan operasional pompa Intake Air Baku Manggala agar mampu meningkatkan kapasitas distribusi air secara maksimal.
Langkah kedua, PDAM melakukan pengerukan sedimentasi sepanjang sekitar tujuh kilometer dari Intake hingga kawasan Panaikang. Pengerukan tersebut dilakukan karena saluran belum pernah dibersihkan sejak tahun 1979.
“Kami melakukan pengerukan sedimentasi dengan kedalaman lebih dari dua meter sepanjang sekitar tujuh kilometer. Ini menjadi salah satu solusi penting karena saluran tersebut belum pernah dikeruk sejak 1979,” jelas Andi Syahrun.
Adapun langkah ketiga adalah pembangunan koneksi jaringan pipa dari Macini Sombala menuju kawasan Gatot Subroto hingga tersambung ke wilayah utara Kota Makassar guna memperkuat distribusi air ke daerah yang masih mengalami kekurangan pasokan.
Ia menegaskan, setelah seluruh sistem berjalan optimal, PDAM bersama Komisi B DPRD Makassar akan kembali turun ke lapangan untuk memastikan seluruh masyarakat telah menerima layanan air bersih secara merata.
“Kami akan terus melakukan evaluasi. Jika masih ditemukan wilayah yang belum terjangkau air bersih, kami bersama Komisi B akan kembali mencari solusi terbaik agar pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal,” katanya.
Andi Syahrun juga menyampaikan apresiasi kepada Komisi B DPRD Makassar yang selama ini aktif melakukan pengawasan serta memberikan masukan kepada PDAM dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kami berterima kasih kepada Ketua Komisi B beserta seluruh anggota yang terus memantau, mengawasi, dan mengingatkan kami agar bekerja maksimal. Hari ini masyarakat bisa melihat langsung hasil kerja bersama dalam meningkatkan pelayanan air bersih di Kota Makassar,” tutupnya.
Anda juga mungkin suka


Bupati Barru Terima 362 Mahasiswa KKN Unhas

Bupati Barru Perkuat Sinergi dengan DPRD Kaltim, Dorong Tol Laut dan Investasi Daerah

BPBD Makassar Perkuat Inovasi SALAMA, Siap Jadi Andalan di Innovative Government Award 2026













