KATADIA BANTAENG || Konsolidasi internal Partai Golkar di Kabupaten Bantaeng semakin menguat. Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), secara terbuka mendorong Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin (Uji), untuk memimpin DPD II Partai Golkar Kabupaten Bantaeng.
Dorongan tersebut disampaikan IAS saat melakukan kunjungan ke Sekretariat DPD II Partai Golkar Kabupaten Bantaeng, Minggu (23/8/2026). Kedatangan IAS disambut jajaran pengurus dan kader Golkar Bantaeng.
Ketua DPD II Partai Golkar Bantaeng, Hj. Liestiaty Fachruddin, menyambut positif kunjungan tersebut. Ia bahkan mengaku tidak sabar menanti pelantikan IAS sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel agar konsolidasi organisasi dapat segera dilakukan.
Liestiaty mengatakan, Golkar Bantaeng tengah mempersiapkan penguatan struktur partai hingga tingkat desa. Langkah tersebut dinilai penting untuk menghadapi agenda politik dan pemilihan legislatif mendatang.
“Kami tidak sabar menunggu Pak IAS dilantik, agar kita secepatnya mempersiapkan Musda dan mempersiapkan kekuatan di Pemilihan Legislatif. Kehadiran Ketua DPD I sebuah kehormatan bagi kami di Bantaeng,” ujar Liestiaty.
Ia menegaskan, jajaran Golkar Bantaeng siap bekerja untuk menjadikan partai tersebut sebagai kekuatan politik utama di Kabupaten Bantaeng.
“Kami janji akan menjadikan Partai Golkar sebagai partai terbaik di Kabupaten Bantaeng. Kami tengah mempersiapkan struktur yang kuat hingga di tingkatan desa,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Liestiaty juga menyebut kehadiran putranya, M. Fathul Fauzy Nurdin yang kini menjabat Bupati Bantaeng, sebagai bagian dari kekuatan politik Golkar di masa mendatang.
Menurutnya, Uji memiliki peluang besar untuk menjadi Ketua DPD II Partai Golkar Bantaeng.
“Kehadiran Pak Bupati juga menjadi simbol kebangkitan Golkar Kabupaten Bantaeng. Pak Bupati akan menjadi calon ketua DPD II terkuat,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Bantaeng M. Fathul Fauzy Nurdin menyatakan kesiapannya untuk membesarkan Partai Golkar di daerah yang dipimpinnya.
Uji menilai Golkar memiliki peran penting dalam perjalanan politiknya hingga berhasil memenangkan Pilkada Bantaeng. Karena itu, ia bertekad membalas dukungan tersebut dengan memperkuat partai sekaligus mendorong kader-kadernya bekerja untuk kepentingan masyarakat.
“Hari ini Partai Golkar di Kabupaten Bantaeng sangat solid. Saat ini kita memiliki empat kursi. Pada pemilu mendatang, saya janji akan bekerja maksimal agar Partai Golkar merebut Ketua DPRD,” kata Uji.
Ia juga menyebut anggota Fraksi Golkar DPRD Bantaeng saat ini terus mengawal program pemerintah daerah, khususnya yang berkaitan dengan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
“Golkar telah memberikan saya kekuatan memenangkan Pilkada. Ke depannya, kita akan bersama dalam memberikan yang terbaik untuk kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bantaeng,” ujarnya.
Menanggapi dinamika politik internal Golkar Bantaeng, IAS memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Liestiaty Fachruddin selama memimpin DPD II Golkar Bantaeng.
IAS menilai kepemimpinan Liestiaty telah memberikan kontribusi terhadap perkembangan Golkar, termasuk bertambahnya jumlah kursi partai di DPRD Bantaeng.
“Ibu Liestiaty Fachruddin telah menempatkan Golkar sebagai partai yang terbaik di Bantaeng. Penambahan kursi DPRD periode sekarang adalah kerja nyata yang telah dilakukannya,” kata IAS.
Namun, IAS juga mengungkapkan keinginannya agar tongkat kepemimpinan Golkar Bantaeng selanjutnya diberikan kepada Uji.
Menurut IAS, posisi Bupati Bantaeng sekaligus kader Golkar menjadi modal politik penting untuk mengembalikan kejayaan partai di daerah tersebut.
“Jauh sebelumnya, saya sudah meminta kepada ibunda Bupati, Ibu Liestiaty Fachruddin, agar Bupati Bantaeng yang memimpin Golkar Kabupaten Bantaeng. Tidak ada kader potensial yang layak mewujudkan kejayaan Golkar di Kabupaten Bantaeng selain Uji,” tegas IAS.
Meski demikian, IAS mengingatkan seluruh kader agar tidak menjadikan posisi Uji sebagai kepala daerah sekaligus calon ketua partai sebagai alasan untuk mengurangi kerja-kerja politik.
Sebaliknya, ia meminta seluruh kader memperkuat kerja organisasi dan semakin aktif mendekati masyarakat.
“Jangan karena Bupati akan memimpin Golkar menjadikan kita tidak bekerja. Tetapi harus menjadi cambuk meyakinkan masyarakat bahwa Partai Golkar adalah partai terbaik di tengah kehidupan masyarakat,” jelasnya.
IAS juga meminta Fraksi Golkar di DPRD Bantaeng menjadikan kritik masyarakat sebagai bahan evaluasi sekaligus dorongan untuk semakin dekat dengan rakyat.
“Jadikan kritikan menjadi langkah pendekatan masyarakat kepada Partai Golkar. Saya minta anggota Fraksi Golkar kawal sebaik-baiknya program Bapak Bupati. Saya tidak memiliki keraguan keberpihakan Pemerintah Kabupaten Bantaeng selalu mendahulukan kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Kunjungan IAS ke Bantaeng turut didampingi Wakil Ketua DPRD Sulsel Rahman Pina, Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulsel Lukman B Kady, sejumlah anggota Fraksi Golkar DPRD Sulsel, fungsionaris DPD I Golkar Sulsel serta jajaran pengurus organisasi sayap Partai Golkar.(**)