KATADIA MAKASSAR || BPBD Makassar mencatat 245 jiwa terdampak akibat kebakaran tersebut. Dari jumlah itu, terdapat 63 anak-anak, 30 balita, 11 lansia dan satu ibu hamil.
Dua warga dilaporkan mengalami luka ringan. Hingga asesmen awal dilakukan, tidak terdapat laporan korban meninggal dunia.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar mengatakan, petugas langsung melakukan asesmen setelah kondisi di lokasi memungkinkan.
Asesmen dilakukan untuk memastikan jumlah warga dan bangunan terdampak sekaligus mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat.
“Setelah api berhasil dikendalikan, fokus kami adalah memastikan kondisi warga, melakukan asesmen kerusakan dan mendata kebutuhan mendesak, terutama bagi anak-anak, balita, lansia dan kelompok rentan,” ujarnya.
Sejumlah kebutuhan awal warga yang teridentifikasi antara lain terpal, baby kit, family kit, first aid kit, pakaian, sarung dan selimut.
BPBD Makassar memastikan penanganan terhadap warga terdampak tidak berhenti setelah api berhasil dipadamkan.
Asesmen lanjutan akan dilakukan sebagai dasar penentuan bantuan logistik serta langkah rehabilitasi dan rekonstruksi terhadap rumah warga yang mengalami kerusakan.
“Api memang sudah padam, tetapi bagi warga terdampak, persoalan belum selesai. Pemerintah harus hadir pada fase pemulihan. Kami akan melihat apa yang paling mendesak dan apa yang dibutuhkan untuk mempercepat recovery warga,” katanya.
Selain kebutuhan logistik, BPBD juga akan melihat kebutuhan dukungan psikososial atau trauma healing, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan yang terdampak secara psikologis.
Proses pemadaman melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar. Berdasarkan laporan awal di lapangan, sekitar 50 unit armada dikerahkan untuk menangani kebakaran.
Penanganan juga melibatkan BPBD Kota Makassar, TNI, Polri, Tagana, TBM dan PMI Kota Makassar.
Akses menuju lokasi kebakaran masih dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik, namun hal tersebut masih memerlukan pemeriksaan dan identifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.
BPBD Kota Makassar menyatakan data korban dan kerusakan tersebut masih bersifat sementara. Pembaruan data akan dilakukan berdasarkan hasil asesmen lanjutan di lapangan.
“Yang terpenting saat ini adalah memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan penanganan yang dibutuhkan. Tim akan terus bekerja dan melakukan pembaruan data sebagai dasar langkah pemulihan berikutnya,” ujarnya.(**)