Terhubung dengan kami

TNI/POLRI

Api Karhutla Mengamuk di Gowa, Babinsa-Damkar dan Warga Bergerak Cepat

Dipublikasikan

pada

Kobaran api melanda lahan seluas kurang lebih 5 hektare di Dusun Tamalayi, Desa Pallantikang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, Selasa malam
Karhutla Gowa

KATADIA GOWA || Kobaran api melanda lahan seluas kurang lebih 5 hektare di Dusun Tamalayi, Desa Pallantikang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, Selasa malam (1/9/2026).

Kebakaran yang membakar hamparan rumput kering, semak belukar hingga pepohonan tersebut memicu kekhawatiran warga karena lokasi kebakaran berada di belakang area permukiman.

Peristiwa itu pertama kali diketahui warga sekitar pukul 21.30 WITA. Melihat kobaran api yang mulai membesar, warga langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Babinsa dan aparat setempat.

Mendapat laporan tersebut, Babinsa Desa Pallantikang, Serma Baharuddin, langsung bergerak menuju lokasi sekitar pukul 21.50 WITA bersama warga.

Dengan peralatan seadanya, Babinsa bersama masyarakat berupaya melokalisasi kobaran api agar tidak menjalar lebih luas, terutama ke arah permukiman penduduk.

Upaya pemadaman kemudian mendapat dukungan dari Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemerintah Kabupaten Gowa. Dua unit armada Damkar bersama 10 personel tiba di lokasi sekitar pukul 22.10 WITA dan langsung melakukan penanganan.

Kolaborasi antara tiga personel Babinsa, 10 petugas Damkar, serta sekitar 20 warga setempat akhirnya membuahkan hasil. Kobaran api berhasil dipadamkan secara total dan aman sekitar pukul 22.50 WITA.

Gerak cepat seluruh unsur tersebut menjadi langkah penting dalam mencegah api meluas dan mengancam permukiman warga.

Setelah api berhasil dipadamkan, kondisi di sekitar Dusun Tamalayi kembali kondusif. Tidak adanya perluasan titik kebakaran menunjukkan pentingnya respons cepat dan sinergi antara aparat, petugas pemadam kebakaran, serta masyarakat dalam menghadapi ancaman Karhutla.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap potensi kebakaran lahan yang dapat dengan cepat meluas di area yang dipenuhi rumput kering dan semak belukar.

Sinergi di lapangan menjadi kunci utama dalam memastikan kobaran api tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar dan membahayakan keselamatan warga.

Klik untuk komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending