KATADIA TARAKAN || Gelaran Misi Dagang dan Investasi antara Provinsi Jawa Timur (Jatim) dengan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menorehkan hasil yang sangat mengagumkan. Sampai pukul 12.11 WITA, total nilai kesepakatan yang berhasil dihimpun menembus Rp2,01 triliun, membuktikan betapa besarnya peluang sinergi ekonomi antardaerah sekaligus memperkokoh fondasi pertumbuhan ekonomi secara nasional.
Raihan impresif ini tercipta dalam ajang Misi Dagang dan Investasi Jatim-Kaltara yang berlangsung di Tarakan Plaza Hotel, Kota Tarakan, pada Selasa (8/9/2026). Ajang berbobot ini menyatukan jajaran pemerintah daerah, pelaku usaha, pemodal, sektor perbankan, hingga pelaku UMKM demi memperluas jejaring niaga, membuka pintu pasar, memperkokoh rantai pasok, serta memicu munculnya investasi produktif.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, SH, M.Hum, Gubernur Jawa Timur Dr. (H.C.) Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si, Ketua DPRD Kaltara H. Achmad Djufrie, SE, MM, Sekda Provinsi Kaltara H. Denny Harianto, SE, MM, Ketua Fraksi Partai Golkar sekaligus anggota Komisi C DPRD Jatim Pranaya Yudha Mahardhika, beserta jajaran instansi vertikal dari kedua wilayah.
Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang menegaskan bahwa capaian Rp2,01 triliun ini menjadi pijakan vital dalam mempererat relasi ekonomi antara Kaltara dan Jatim. Menurut pandangannya, besaran angka tersebut menjadi bukti nyata bahwa potensi daerah mampu melesat menjadi kekuatan ekonomi besar apabila didukung oleh akses pasar, jejaring bisnis, adopsi teknologi, serta suntikan investasi yang tepat sasaran.
“Forum yang berlangsung hari ini tidak sekadar menjadi ajang perjumpaan sesaat, melainkan pijakan riil dalam meluaskan cakupan pasar dan memperkuat kemitraan,” ungkap Zainal.
Zainal menambahkan, hasil ini sekaligus memperkuat fondasi kolaborasi yang sebelumnya telah dirintis dalam Misi Dagang dan Investasi Jatim-Kaltara pada 2023 lalu. Apabila pada periode sebelumnya hubungan kedua provinsi masih berfokus pada tahap eksplorasi dan pembentukan jaringan, kini sinergi tersebut telah melangkah jauh ke tahap transaksi nyata dengan nilai ekonomi yang amat signifikan.
Lebih lanjut, Zainal memaparkan bahwa Kaltara menyimpan aneka potensi strategis yang siap diakselerasi, mencakup sektor perdagangan, investasi, sumber daya alam (SDA), industri, UMKM, hingga penataan kawasan strategis. Seluruh potensi unggulan ini membutuhkan topangan pasar, permodalan, efisiensi teknologi, serta jaringan distribusi yang andal agar sanggup menghadirkan nilai tambah yang berlipat bagi daerah dan masyarakat.
Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara berkomitmen penuh menciptakan iklim investasi yang transparan, kondusif, dan kompetitif. Pemda menjamin kemudahan fasilitasi bagi para investor, baik dari sisi penyederhanaan izin usaha maupun pemenuhan kebutuhan investasi lainnya.
“Kami menyambut hangat para investor untuk menanamkan modalnya di Kalimantan Utara. Pihak pemerintah siap memberikan pengawalan maksimal dalam pengurusan perizinan serta pemenuhan kebutuhan investasi,” ujarnya mantap.
Di sisi lain, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai sinergi antara Jatim dan Kaltara merupakan langkah taktis untuk menjembatani kapasitas produksi daerah dengan kebutuhan pasar nasional. Ia menekankan bahwa integrasi jaringan antardaerah menjadi kunci utama agar komoditas unggulan lokal sanggup menembus pasar yang lebih luas dengan daya saing yang mantap.
“Agenda kita hari ini merupakan upaya menemukenali kembali komoditas unggulan Kaltara yang luar biasa agar mampu terhubung dengan jejaring bisnis yang jauh lebih solid dan luas,” jelas Khofifah.
Khofifah pun menggarisbawahi peran vital Jawa Timur, khususnya Surabaya, sebagai hub utama perdagangan dan rantai distribusi. Jalur konektivitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai gerbang strategis untuk memboyong produk unggulan Kalimantan Utara menuju pasar nasional hingga merambah pasar global.
“Jika hendak menyasar pasar ekspor, jalur paling efisien dan ekonomis adalah melalui pintu Surabaya,” tuturnya.
Dengan demikian, nilai transaksi Rp2,01 triliun tidak sekadar angka di atas kertas. Di balik nominal tersebut, terbuka kesempatan besar untuk mendongkrak kapasitas produksi, memperluas jangkauan bisnis, memajukan sektor UMKM, menyerap tenaga kerja baru, serta meningkatkan nilai tambah komoditas lokal dari kedua belah pihak.
Ajang Misi Dagang dan Investasi Jatim-Kaltara ini membuktikan bahwa pembangunan ekonomi akan berjalan jauh lebih cepat ketika pemerintah, pelaku usaha, investor, sektor perbankan, dan masyarakat berkolaborasi dalam satu ekosistem yang terintegrasi. Potensi lokal yang semula bergerak sendiri-sendiri kini terhubung langsung dengan sumber modal, kepastian pasar, sentuhan teknologi, dan jalur distribusi yang luas.
Dari Kota Tarakan, kemitraan kedua provinsi ini memancarkan pesan optimistis bahwa daerah memegang peranan kunci sebagai pendorong utama roda ekonomi nasional. Jawa Timur dengan keunggulan sektor industri, perdagangan, dan jaringan logistiknya berpadu harmonis dengan Kalimantan Utara yang kaya akan SDA serta bertempat di posisi strategis wilayah perbatasan.
Ke depannya, hasil kesepakatan Rp2,01 triliun ini diharapkan menjadi batu lompatan untuk mencetuskan kerja sama yang lebih masif dan berkelanjutan. Bukan hanya memperluas arena perdagangan dan investasi, melainkan juga memacu peningkatan mutu produk, menguatkan UMKM, memperluas penyerapan tenaga kerja, serta menghadirkan dampak ekonomi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
Pada akhirnya, Misi Dagang dan Investasi Jatim-Kaltara kian mempertegas keyakinan bahwa ketahanan ekonomi Indonesia dapat dibangun melalui sinergi antardaerah yang kokoh. Ketika potensi daerah dipertemukan dengan peluang pasar dan diperkuat lewat kemitraan erat, transaksi ekonomi tak lagi sebatas angka, melainkan menjelma menjadi energi baru bagi pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan rakyat, dan kemajuan bangsa.
Mengakhiri rangkaian acara, Gubernur Khofifah didampingi Gubernur Zainal melakukan peninjauan ke stand-stand yang memamerkan dan menjajakan produk kerajinan, kain batik, souvenir, kue-kue, cemilan hingga buah-buahan khas dari kedua daerah provinsi ini. (*)